Couche-Tard Batalkan Akuisisi Seven & i Senilai $46 Miliar

Akuisisi Seven & i
Sumber Foto : Canva

Rencana akuisisi senilai $46 miliar yang diajukan oleh Alimentation Couche-Tard terhadap Seven & i Holdings, pemilik jaringan 7-Eleven, resmi dibatalkan setelah perusahaan Jepang tersebut dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam proses negosiasi. Couche-Tard, yang berbasis di Kanada dan mengelola jaringan Circle K, telah menghabiskan satu tahun untuk mengupayakan penggabungan yang akan menciptakan raksasa ritel global.

Menurut data Dealogic, ini merupakan proposal akuisisi asing terbesar yang gagal di kawasan Asia Pasifik. Couche-Tard menyatakan kecewa atas pendekatan Seven & i yang dinilai “mengaburkan proses dan menunda-nunda keputusan.”

“Tidak ada keterlibatan yang tulus atau konstruktif dari pihak Seven & i,” tulis Couche-Tard dalam surat kepada dewan direksi perusahaan Jepang itu. “Sebaliknya, Anda justru menjalankan strategi pengaburan dan penundaan yang merugikan perusahaan dan pemegang sahamnya.”

Reaksi Pasar dan Tanggapan Investor

Pasca pengumuman, saham Seven & i ditutup turun 9% menjadi 2.007,5 yen—turun jauh dari tawaran Couche-Tard sebesar 2.600 yen per saham. Sementara itu, saham Couche-Tard melonjak 17% menjadi C$80,23 pada awal perdagangan.

Seven & i merespons dengan menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut, namun menolak tuduhan Couche-Tard yang dinilai tidak akurat. Meskipun begitu, investor tetap memberikan tekanan terhadap manajemen untuk menunjukkan strategi pertumbuhan jangka panjang, terutama setelah kinerja keuangan yang dianggap belum optimal.

Beberapa pemegang saham aktif, termasuk Maso Capital, menilai bahwa kombinasi kedua perusahaan bisa memberikan nilai tambah yang besar dan telah mendorong manajemen untuk terbuka terhadap penawaran asing.

Pilihan Strategis dan Skenario Lanjutan

Dalam proses negosiasi, Couche-Tard sempat mengusulkan sejumlah alternatif, termasuk akuisisi penuh terhadap bisnis Seven & i di luar Jepang dan kepemilikan 40% atas operasi di dalam negeri. Namun, karena keterbatasan dalam proses uji tuntas dan minimnya komunikasi, rencana tersebut urung dilakukan.

Seven & i disebut sempat mengajukan opsi penjualan bisnis internasional kepada Couche-Tard dengan imbalan kepemilikan saham di perusahaan Kanada itu. Namun, Couche-Tard menilai usulan itu tidak memberikan keuntungan maksimal bagi pemegang saham Seven & i dibandingkan penawaran akuisisi penuh sebelumnya.

Meskipun demikian, Couche-Tard menegaskan tidak akan melakukan pengambilalihan secara paksa dan tetap membuka peluang untuk kembali ke meja perundingan, terutama jika Seven & i memutuskan untuk memisahkan bisnis Amerika Utaranya melalui IPO.

“Kini saatnya kembali fokus ke strategi jangka panjang,” kata analis CFRA Research, Arun Sundaram. “Pasar ritel di AS masih terbuka untuk konsolidasi, dan Couche-Tard tetap akan aktif dalam aktivitas merger dan akuisisi.”


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *