Organisasi utama yang menaungi produsen anggur dari berbagai negara Eropa menyuarakan kekhawatiran terhadap posisi produk mereka dalam pembahasan kerja sama dagang terbaru dengan Amerika Serikat. Marzia Varvaglione, Presiden CEEV (Comité Européen des Entreprises Vins), menilai bahwa potensi tidak dimasukkannya produk anggur dalam daftar barang yang dianggap sensitif dapat merugikan pelaku industri.
Produk-produk unggulan seperti Bordeaux dari Prancis, Chianti dari Italia, hingga Rioja dari Spanyol selama ini menjadikan pasar Amerika sebagai tujuan ekspor utama. Setiap tahun, total nilai pengirimannya hampir menyentuh angka 5 miliar euro atau setara dengan 5,84 miliar dolar AS.
Kesepakatan Dagang Masih Abu-abu untuk Sektor Minuman Anggur
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Uni Eropa hampir mencapai kesepakatan untuk memperoleh keringanan tarif dasar sebesar 10% dari Amerika Serikat atas beberapa produk seperti suku cadang pesawat, alat medis, serta minuman beralkohol. Namun belum jelas apakah jenis anggur juga termasuk dalam daftar produk yang mendapatkan kelonggaran.
Para pelaku industri meminta pendekatan “zero for zero” sebagai solusi untuk meningkatkan arus perdagangan minuman beralkohol antar benua. Meskipun sebagian besar produsen anggur di Eropa merupakan usaha kecil dan menengah, perusahaan publik seperti LVMH dan Pernod Ricard juga memiliki kepemilikan di sektor ini.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com
