Dalam tiga bulan terakhir, penjualan jam tangan Swiss di kota wisata Lucerne mengalami penurunan drastis. Hal ini dipicu oleh tekanan tarif tinggi dari Presiden AS Donald Trump, yang mengancam sektor barang mewah dengan kebijakan perdagangan proteksionis.
Reuters mewawancarai lebih dari selusin pelaku industri di pusat penjualan jam tangan tersebut, termasuk manajer toko dan staf penjualan. Mereka mengungkapkan bahwa ketidakpastian akibat tarif impor AS telah membebani sektor ekspor yang pada 2024 mencatat nilai ekspor sebesar 26 miliar franc Swiss atau sekitar 32,79 miliar dolar AS.
Sementara itu, melemahnya permintaan dari konsumen Tiongkok serta penguatan nilai tukar franc Swiss—yang sebagian dipicu oleh kekhawatiran terhadap kebijakan dagang AS—membuat harga jam tangan semakin mahal bagi wisatawan asing.
Ancaman Tarif 31% dan Dampaknya pada Ekspor
Pernyataan mengejutkan Presiden Trump pada April lalu yang menyebutkan rencana tarif impor AS sebesar 31% terhadap produk Swiss—lebih tinggi dari 20% yang ditujukan ke Uni Eropa—menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha. “Itu langsung menghentikan laju kami,” kata Ken May, manajer butik Hublot.
Meskipun tarif tersebut kemudian ditangguhkan selama 90 hari dan diganti dengan bea sementara sebesar 10%, banyak produsen jam tangan Swiss yang buru-buru mengirimkan stok ke pasar AS sebelum tenggat waktu. Hal ini menyebabkan angka ekspor naik turun secara tidak stabil selama periode tersebut.
Federasi Industri Jam Tangan Swiss (FH) mencatat bahwa volume ekspor jam tangan pada Januari hingga Mei turun hampir 5% dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, nilai ekspor masih sedikit meningkat karena permintaan untuk model premium tetap bertahan.
Turis Berkurang, Penjualan Lesu
Di sepanjang Grendelstrasse, jalan utama penjualan jam tangan di Lucerne, deretan toko dari Rolex hingga Patek Philippe kini terlihat lebih lengang. Ribuan jam dipajang memikat para pengunjung, namun daya beli wisatawan jauh lebih hati-hati dibanding tahun lalu.
Di butik Patek Philippe, misalnya, pembeli naik ke ruang eksklusif di lantai atas untuk melihat jam tangan kustom bernilai hingga jutaan franc, yang disajikan langsung oleh pembuatnya dalam balutan jas lab putih. Namun suasananya lebih sepi dan transaksi lebih lambat dari biasanya.
“Segalanya terasa lebih lambat dibandingkan tahun lalu,” ujar Michael Haas, manajer butik Breitling. “Kami berada di sektor barang mewah, dan biasanya sektor inilah yang pertama kali terdampak saat situasi ekonomi memburuk.”
Presiden FH, Yves Bugmann, menegaskan bahwa industri jam tangan Swiss kini harus mencari pasar baru. “Kita harus membuka peluang di wilayah lain,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pelaku industri barang mewah Swiss. Kebijakan perdagangan global dan fluktuasi wisata kini menjadi faktor penting yang memengaruhi kinerja ekspor.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
