Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) baru-baru ini menyerukan tindakan tegas dari Amazon dan Walmart terhadap penjual pihak ketiga yang diduga menyebarkan klaim Made in USA yang menyesatkan di platform mereka. Dalam surat resmi yang dikirim pada Selasa, FTC mengungkapkan telah menemukan sejumlah kasus di mana produk yang dijual melalui marketplace kedua perusahaan tersebut secara keliru diklaim sebagai buatan dalam negeri.
FTC meminta kedua perusahaan ritel terbesar ini untuk mengambil langkah korektif terhadap para penjual yang melanggar hukum federal serta kode etik internal masing-masing platform. Penegakan aturan ini dianggap penting agar konsumen tidak tertipu oleh label yang memanfaatkan sentimen nasionalisme.
Empat Perusahaan Kecil Juga Dapat Peringatan
Tak hanya Amazon dan Walmart, FTC juga melayangkan surat peringatan kepada empat perusahaan skala kecil yang terbukti mencantumkan klaim Made in USA tanpa bukti sah. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Oak Street Bootmakers dari Chicago; Stand Flag Poles dari Fort Lauderdale, Florida; Pro Sports Pads, produsen perlengkapan olahraga di Jacksonville; serta USA Big Mountain Paper, pembuat produk medis juga di Jacksonville.
Ketua FTC, Andrew Ferguson, menegaskan bahwa konsumen berhak mengetahui asal usul produk yang mereka beli. “Ketika konsumen melihat label ‘Made in USA’, mereka ingin yakin bahwa pembelian tersebut mendukung pekerja dan industri dalam negeri,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Walmart menyatakan pihaknya memiliki “toleransi nol” terhadap produk yang melanggar aturan dari penjual pihak ketiga. Produk-produk tersebut akan segera ditarik setelah ditemukan. Sementara itu, Amazon belum memberikan komentar resmi hingga berita ini ditulis.
Peraturan Labeling Ketat untuk Lindungi Konsumen
CEO Pro Sports Pads, Joshua Baker, menegaskan bahwa perusahaannya mematuhi aturan pelabelan dan telah mengirimkan bukti kepada FTC bahwa produk seperti pelindung bahu Pro Gear Custom memang dibuat di Jacksonville dengan bahan lokal.
FTC sebelumnya juga telah menindak sejumlah perusahaan besar, seperti Williams-Sonoma dan produsen peralatan dapur Pyrex, yang terbukti menggunakan label yang menyesatkan. Sejak diberlakukannya Made in USA Labeling Rule pada tahun 2021, FTC telah menjatuhkan sanksi senilai total 15,8 juta dolar dalam 11 kasus pelanggaran hingga tahun 2024.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com
