Penjualan belanja online Prime Day di Amerika Serikat diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai $23,8 miliar selama periode 96 jam, menurut laporan dari Adobe Analytics yang dirilis pada Senin. Lonjakan ini didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap diskon perlengkapan sekolah, termasuk pakaian, elektronik, dan barang kebutuhan lainnya menjelang musim kembali ke sekolah.
Menurut laporan tersebut, total penjualan dari tanggal 8 hingga 11 Juli diprediksi naik sebesar 28,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, tahun lalu Amazon mencatat transaksi online senilai $14,2 miliar hanya dalam dua hari pelaksanaan Prime Day.
Adobe menyebutkan bahwa peningkatan ini setara dengan “dua kali Black Friday.” Konsumen kini lebih cermat dalam berbelanja dan mulai memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan generatif (generative AI) untuk mencari penawaran terbaik dan merencanakan pembelian lebih awal.
Sebagai strategi untuk menyaingi kompetitor, Amazon memperpanjang durasi promo Prime Day menjadi 96 jam, naik dari 48 jam sebelumnya. Pesaing seperti Walmart dan Target pun turut meluncurkan program diskon mereka selama periode yang sama.
Diskon dan Perilaku Konsumen Berubah
Tahun ini, konsumen memanfaatkan momen Prime Day untuk “naik kelas” dengan membeli produk bernilai tinggi seperti elektronik, alat olahraga, dan peralatan rumah tangga. Sementara itu, untuk kebutuhan seperti bahan makanan dan perabot rumah, konsumen lebih memilih opsi yang lebih terjangkau.
Pakaian menjadi kategori dengan potongan harga tertinggi, yakni sebesar 24%, naik dari 20% pada tahun lalu. Diskon untuk elektronik sedikit turun menjadi 22%. Selain itu, permintaan terhadap tas punggung, kotak makan, hingga kebutuhan mahasiswa seperti headphone dan komputer juga diperkirakan meningkat selama periode promo.
Penggunaan metode pembayaran Buy Now Pay Later (BNPL) juga diperkirakan tumbuh tipis, mencakup 8% dari total pengeluaran online, dibandingkan dengan 7,6% pada tahun lalu.
Prediksi ini disusun oleh Adobe berdasarkan analisis terhadap 1 triliun kunjungan ke situs e-commerce ritel di AS, mencakup 100 juta produk dari 18 kategori berbeda.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
