Bonus Manajer Thames Water dari Dana Darurat Picu Kontroversi Publik

Bonus manajer Thames Water
Sumber Foto : Freepik

Perusahaan air bersih terbesar di Inggris, Thames Water, tengah menuai kritik keras setelah terungkap bahwa mereka menggunakan dana darurat utilitas senilai miliaran poundsterling untuk membayar bonus manajer Thames Water. Informasi ini diungkap melalui dokumen yang dirilis oleh komite lingkungan parlemen Inggris.

Sebanyak 21 manajer senior menerima total £2,46 juta pada 30 April lalu. Mereka juga dijadwalkan memperoleh jumlah serupa pada Desember 2025 dan tambahan bonus £10,8 juta pada Juni 2026. Hal ini diungkap oleh ketua Thames Water, Sir Adrian Montague, dalam suratnya kepada Komite Lingkungan DPR Inggris.

Namun, skema ini langsung menuai kontroversi. Pemerintah Inggris sebelumnya mengesahkan undang-undang baru yang membatasi pembayaran bonus berbasis kinerja bagi petinggi perusahaan air. Montague berdalih bahwa pembayaran tersebut adalah insentif retensi, bukan bonus kinerja, sehingga tidak melanggar regulasi.

Komite Lingkungan dan Regulator Tuntut Transparansi

Dalam rapat direksi Thames Water yang membahas rencana tersebut, disebutkan bahwa pembayaran itu dirancang agar tetap legal di tengah larangan bonus untuk bos air bersih. Sementara itu, Menteri Lingkungan Steve Reed mendesak Ofwat – badan regulator air Inggris – untuk menyelidiki apakah pembayaran kepada direktur keuangan Steve Buck melanggar aturan eksekutif baru.

Ketua Ofwat, David Black, menyatakan kecewa karena tidak diberi tahu sebelumnya tentang pembayaran tersebut. Ia menilai Thames Water kurang transparan dalam pengelolaan keuangan, terutama di tengah sorotan publik soal gaji pejabat sektor air. Black juga menyarankan agar cakupan larangan bonus diperluas agar bisa mencakup lebih banyak pejabat.

Situasi Keuangan Mencekam, Tapi Bonus Tetap Mengalir

Ironisnya, bonus manajer Thames Water ini berasal dari pinjaman darurat senilai £3 miliar yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan. Pinjaman tersebut diberikan oleh sejumlah investor besar seperti Aberdeen, M&G, dan Invesco, dengan bunga mencapai 9,75%.

Thames Water mengaku keuangannya nyaris kolaps dan hanya “sedikit lagi” dari kebangkrutan pada 2024 lalu. Namun, di tengah krisis itu, manajemen tetap menyebut para manajer senior sebagai “sumber daya paling berharga” yang layak dipertahankan dengan bonus besar.

Montague dan CEO Chris Weston dijadwalkan kembali hadir dalam sidang lanjutan bersama Komite Lingkungan pada 15 Juli. Mereka akan dimintai keterangan lebih lanjut terkait penggunaan dana darurat utilitas untuk insentif manajemen.

Sementara itu, Thames Water juga mengumumkan kemungkinan pemberlakuan larangan penggunaan selang air (hosepipe ban) jika kekeringan di wilayah layanan mereka terus berlanjut.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *