Mondelez Minta Penundaan Implementasi Aturan Deforestasi Uni Eropa

regulasi deforestasi Uni Eropa
Sumber Foto : Freepik

Perusahaan produsen cokelat ternama, Mondelez, mengusulkan agar pelaksanaan regulasi deforestasi Uni Eropa (EUDR) ditunda selama satu tahun. Permintaan ini disampaikan oleh Massimiliano Di Domenico, Wakil Presiden Urusan Korporat dan Pemerintahan untuk wilayah Eropa, dalam pernyataannya di hadapan Parlemen Eropa pekan lalu.

Menurut Di Domenico, meskipun Mondelez mendukung prinsip dasar regulasi deforestasi Uni Eropa, para pembuat kebijakan diminta untuk mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa sektor kakao saat ini menghadapi tantangan besar, seperti lonjakan harga, penurunan hasil produksi, serta kurangnya infrastruktur digital di negara-negara produsen yang berpotensi menyulitkan kepatuhan dan mengganggu rantai pasok kakao secara global.

“Penundaan 12 bulan ini bukan untuk melemahkan tujuan regulasi, melainkan agar implementasinya lebih inklusif, realistis, dan efektif,” jelas Di Domenico dalam unggahannya di LinkedIn.

Sebagai informasi, EUDR bertujuan mengurangi sekitar 10% deforestasi global yang dipicu oleh konsumsi dari negara-negara Uni Eropa. Aturan ini akan mewajibkan importir produk seperti kakao, kopi, kedelai, daging sapi, dan produk turunannya untuk membuktikan bahwa rantai pasok mereka tidak menyebabkan kerusakan hutan. Jika tidak, perusahaan bisa dikenai sanksi berat.

Sebelumnya, pada Juli tahun lalu, perusahaan besar seperti Nestlé, Mars Wrigley, dan Ferrero juga menyuarakan dukungan terhadap regulasi ini. Namun, mereka menekankan perlunya panduan yang lebih jelas dari Uni Eropa agar perusahaan bisa mematuhi tenggat waktu yang ditentukan.

Uni Eropa sendiri telah memutuskan menunda implementasi aturan ini hingga Desember 2025 setelah menerima masukan dari berbagai mitra dagang seperti Brasil dan Amerika Serikat. Selain itu, beberapa ketentuan pelaporan juga telah disederhanakan untuk merespons masukan dari pelaku industri.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *