Harga Rumah Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi dan Pasar Kerja Inggris

pasar properti Inggris
Sumber Foto : Freepik

Pasar properti Inggris menunjukkan pergerakan yang stagnan pada Juni 2025. Berdasarkan laporan terbaru dari Halifax, salah satu lembaga pemberi pinjaman terbesar di Inggris, harga rumah terbaru rata-rata tercatat sebesar £296.665, hampir tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka £296.782. Meski sempat turun 0,3% pada Mei, harga rumah masih 2,5% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meskipun terjadi sedikit penurunan sebesar 0,3% pada bulan Mei, secara tahunan harga rumah tetap tumbuh sekitar 2,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar properti Inggris masih cukup tangguh di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi, termasuk inflasi yang belum sepenuhnya terkendali dan pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.

Faktor Pendorong dan Tantangan di Pasar Perumahan

Amanda Bryden, Kepala Divisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Halifax, menjelaskan bahwa pertumbuhan upah serta suku bunga yang relatif stabil membantu menjaga ketahanan pasar. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa para pembeli dan pemilik rumah tetap harus menghadapi tekanan dari sisi keterjangkauan, terutama bagi mereka yang akan beralih dari skema suku bunga tetap ke skema baru.

“Situasi ekonomi secara keseluruhan masih belum pasti. Walau inflasi telah menurun, angkanya masih di atas target, dan data terbaru menunjukkan bahwa pasar kerja mulai melemah,” jelas Bryden. Tingkat pengangguran di Inggris dilaporkan mencapai 4,5% pada kuartal pertama tahun ini, tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Harapan Pemulihan dan Peran Suku Bunga

Meski begitu, peluang pemulihan pasar properti Inggris tetap terbuka. Halifax memproyeksikan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini. Penurunan suku bunga diharapkan dapat menurunkan biaya pinjaman dan memberi ruang bagi pertumbuhan harga rumah yang lebih “moderat” hingga akhir tahun. Saat ini, suku bunga untuk kredit baru tercatat pada tingkat terendah sejak 2023.

Jumlah pembeli rumah pertama juga kembali ke tingkat normal sebelum adanya insentif berupa pemotongan bea materai di Inggris dan Irlandia Utara. Insentif tersebut berakhir pada April, sehingga kembali menambah biaya dalam proses transaksi rumah.

Anthony Codling dari RBC Capital Markets menyatakan bahwa tren setelah berakhirnya pemotongan bea materai memang sudah lazim. “Biasanya terjadi lonjakan transaksi sebelum tenggat waktu, diikuti jeda singkat, lalu pasar kembali ke pola normal,” ujarnya. Ia menambahkan, kehadiran kembali pembeli rumah pertama menjadi indikator positif terhadap kesehatan pasar properti secara keseluruhan.

Laporan Lain dari Lembaga Keuangan

Sementara itu, Nationwide—pesaing Halifax—melaporkan bahwa harga rumah di Inggris mengalami penurunan bulanan tertajam dalam dua tahun terakhir. Rata-rata harga rumah turun 0,8% menjadi £271.619 pada bulan Juni, setelah sebelumnya naik 0,4% pada Mei. Namun demikian, pihak Nationwide tetap optimis aktivitas pasar akan meningkat seiring dengan datangnya musim panas.

“Walaupun ketidakpastian ekonomi global masih membayangi, kondisi mendasar bagi calon pembeli rumah di Inggris tetap mendukung,” ungkap analis dari Nationwide.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *