Gaji bos Tideway, proyek pembangunan terowongan limbah raksasa di London, mengalami lonjakan sebesar £600.000 meskipun biaya keseluruhan proyek Thames Tideway meningkat £100 juta dari tahun sebelumnya.
Andy Mitchell, CEO Bazalgette Tunnel Limited—perusahaan di balik proyek super sewer—menerima total gaji £2,5 juta untuk periode hingga Maret 2025. Angka ini naik dari £1,9 juta tahun sebelumnya, seperti tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.
Proyek Vital Bernilai Miliaran Pound
Proyek Thames Tideway dianggap sebagai solusi krusial untuk sistem limbah London yang telah usang. Terowongan sepanjang 15,5 mil ini dirancang menggantikan jaringan pembuangan era Victoria hasil rancangan Joseph Bazalgette, yang muncul setelah peristiwa “Great Stink” tahun 1858.
Seiring pertumbuhan populasi yang kini telah tiga kali lipat dibanding masa itu, polusi air menjadi isu sensitif di Inggris. Kebocoran limbah ke sungai dan laut kian disorot publik, termasuk besarnya gaji eksekutif di sektor air yang dijalankan sebagai monopoli swasta.
Perusahaan menyatakan bahwa biaya total pembangunan kini mencapai £4,6 miliar, naik dari £4,5 miliar tahun lalu dan jauh melampaui estimasi awal sebesar £3,5 miliar.
Mitchell menerima bonus retensi sebesar £1,5 juta sebagai bagian utama dari kenaikan tersebut, di samping gaji pokok sebesar £550.000 dan bonus tahunan £423.000. Ia juga mendapat tunjangan dan kontribusi pensiun senilai £21.000. Namun, secara total, bayaran tahun ini masih sedikit lebih rendah dari £2,7 juta yang ia peroleh pada 2023.
Matthew Duncan, Direktur Keuangan Tideway, juga mengalami kenaikan bayaran menjadi £1,7 juta, dari sebelumnya £1,3 juta.
Kritik terhadap Besarnya Gaji Eksekutif
Kenaikan gaji bos Tideway mengundang kritik, terutama karena proyek ini dibiayai melalui tambahan biaya pada tagihan pelanggan air.
Direktur High Pay Centre, Luke Hildyard, menyebut praktik pemberian gaji tinggi di posisi strategis seperti ini sebagai masalah serius. Ia menilai pembagian kekayaan yang terlalu timpang menyulitkan peningkatan taraf hidup masyarakat luas. Ia juga menambahkan bahwa posisi semacam ini seharusnya menawarkan prestise dan manfaat non-finansial yang cukup tanpa perlu insentif berlebihan.
Tideway sendiri membela kebijakan kompensasi tersebut dengan menyebut bahwa proyek ini sangat kompleks dan telah berhasil diselesaikan dalam rentang waktu serta anggaran yang sudah disampaikan sejak awal—yakni sekitar £25 per tahun bagi konsumen.
Perusahaan juga menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kepemimpinan yang konsisten dan kontribusi lebih dari 25.000 tenaga kerja selama sembilan tahun masa konstruksi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com






