Telkom Evaluasi Anak Usaha demi Efisiensi dan Kinerja yang Lebih Baik

evaluasi anak usaha
Sumebr Foto : Freepik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anak dan cucu usaha yang dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi bisnis Telkom dalam menghadapi tantangan industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menekankan pentingnya proses audit internal terhadap seluruh entitas di bawah Telkom Group. Menurutnya, audit tersebut akan memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi masing-masing anak dan cucu perusahaan. Dengan begitu, manajemen dapat memutuskan langkah strategis seperti penggabungan atau penutupan unit usaha yang tidak relevan.

“Seluruh perusahaan di bawah Telkom sebaiknya diaudit terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi aktualnya. Setelah itu, bisa dievaluasi apakah lebih tepat untuk digabungkan atau ditutup,” ujar Heru.

Ia menambahkan bahwa banyak entitas di bawah Telkom yang memiliki fokus bisnis yang tumpang tindih. Hal ini berpotensi menghambat efisiensi dan membebani operasional perusahaan. Beberapa unit bahkan dinilai hanya menjadi beban tanpa prospek pertumbuhan jangka panjang.

Restrukturisasi dan Penggabungan Unit Usaha

Sejalan dengan arahan pemerintah melalui Danantara, Telkom merencanakan langkah perampingan (streamlining) yang lebih tegas. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa perusahaan kini tengah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap 12 anak perusahaan utama, termasuk Telkomsel, Telkomsigma, Telkominfra, dan Telkomsat.

“Unit yang tidak memberikan nilai tambah akan mulai dipertimbangkan untuk ditutup atau digabung,” ujar Dian saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (2/7/2025).

Selain menutup anak usaha yang minim kontribusi, Telkom juga membuka opsi penggabungan lintas BUMN. Misalnya, anak usaha properti milik Telkom dapat digabungkan dengan anak usaha properti BUMN lain untuk menciptakan efisiensi skala.

Dian menegaskan bahwa proses evaluasi dan restrukturisasi ini dikoordinasikan langsung oleh Direktur Strategic Portfolio, Seno, guna memastikan Telkom menjadi entitas yang lebih ramping, adaptif, dan berorientasi pada keuntungan jangka panjang.

Langkah Proaktif Menuju Bisnis yang Berkelanjutan

Heru Sutadi juga mengingatkan bahwa pembenahan struktur bisnis Telkom harus berfokus pada keberlanjutan dan nilai strategis ke depan. Ia menilai bahwa anak usaha yang hanya menjadi “cash cow” tanpa inovasi sebaiknya segera dievaluasi ulang.

Dengan jumlah anak dan cucu perusahaan yang cukup banyak, Telkom diharapkan mampu menyusun ulang portofolio bisnisnya agar lebih terintegrasi, efisien, dan selaras dengan visi transformasi digital nasional.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *