BUMD Dharma Santhika menggandeng Mbizmarket, mitra resmi LKPP RI, untuk mempercepat pengadaan digital di Kabupaten Tabanan. Kerja sama ini juga bertujuan memperluas akses pasar bagi UMKM lokal dan mendorong ekonomi daerah.
Direktur Utama Dharma Santhika, Kompiang Gede Pasek Wedha, menyatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi digital pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaku usaha lokal agar bisa terlibat dalam belanja pemerintah.
“Kami ingin pengadaan pemerintah berjalan lebih cepat dan transparan. Produk lokal harus jadi pilihan utama,” ujarnya, dikutip dari Antara, Sabtu (5/7/2025).
Dorong UMKM Lokal Lewat Ekosistem Usaha Terpadu
Dharma Santhika selama ini mengelola berbagai bidang usaha penopang ekonomi Tabanan. Kegiatannya meliputi penyediaan air bersih untuk sektor pariwisata dan perdagangan hasil pertanian, peternakan, serta perikanan lokal.
BUMD ini juga menjual produk rakyat ke pasar modern, tradisional, hotel, dan restoran. Dengan skema rantai pasok yang terintegrasi, mereka memfasilitasi pembiayaan usaha bagi kelompok tani, nelayan, dan UMKM binaan.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai digitalisasi pengadaan adalah langkah penting menuju ekonomi daerah yang terbuka dan adil.
“Digitalisasi membuat pengadaan lebih akuntabel. Peluang untuk UMKM lokal juga makin besar,” tuturnya.
Seluruh OPD Tabanan Akan Gunakan Platform Mbizmarket
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Tabanan, I Dewa Putu Mahendra, menegaskan dukungan penuh terhadap kerja sama ini. Ia menyatakan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan akan menggunakan Mbizmarket dalam proses pengadaan.
Ia juga membuka peluang untuk melibatkan instansi lain. Rumah sakit daerah (RSUD) dan BUMD seperti PDAM diharapkan ikut bertransaksi lewat platform tersebut.
CEO Mbizmarket, Ryn Hermawan, menjelaskan bahwa pengadaan digital bukan hanya soal efisiensi. Menurutnya, belanja pemerintah bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan UMKM lokal.
“Kami ingin menciptakan sistem pengadaan yang lebih inklusif dan akuntabel. Ini bisa jadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : bisnis.com
