WH Smith menurunkan nilai penjualan divisi bisnis ritel jalan rayanya sebesar £12 juta setelah mengalami penurunan kinerja dalam beberapa pekan terakhir. Perusahaan yang telah berusia lebih dari dua abad ini resmi menyelesaikan proses penjualan kepada perusahaan investasi Modella Capital pada hari Senin.
Kesepakatan awal yang diumumkan pada Maret lalu menyebutkan WH Smith akan memperoleh dana tunai sebesar £52 juta. Namun, jumlah tersebut kini dikoreksi menjadi maksimal £40 juta karena berbagai pertimbangan pasar dan kondisi operasional terbaru.
Dalam keterangannya kepada pasar modal, WH Smith menyebut bahwa kesepakatan awal “tidak dapat diwujudkan” karena meningkatnya kehati-hatian dari para pemangku kepentingan terhadap masa depan bisnis jalan raya setelah pergantian kepemilikan. Selain itu, perusahaan juga mengungkap bahwa kondisi perdagangan yang lebih lemah turut memengaruhi penyesuaian nilai transaksi tersebut.
Dampak Penjualan dan Perubahan Strategi Merek
Meski divisi toko jalan raya akan segera diubah namanya menjadi TGJones, WH Smith tetap mempertahankan mereknya untuk toko-toko yang berada di lokasi perjalanan seperti stasiun kereta, bandara, dan rumah sakit. Bisnis ritel jalan raya ini sendiri mempekerjakan sekitar 5.000 orang.
Menurut analis ritel Nick Bubb, tidak mengejutkan jika Modella Capital menjadi lebih berhati-hati terhadap kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya. Namun, ia menilai langkah Modella untuk tetap melanjutkan akuisisi, meski dengan nilai yang lebih rendah, merupakan hal positif di tengah tantangan sektor ritel saat ini.
Koreksi harga ini terjadi saat sektor ritel Inggris menghadapi tekanan. Data resmi terbaru dari Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan bahwa volume penjualan ritel nasional anjlok 2,7% pada bulan Mei 2025, penurunan bulanan terbesar sejak Desember 2023. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, volume penjualan tercatat turun 1,3%, terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan di sektor makanan.
WH Smith tutup toko jalan rayanya sebagai bagian dari strategi bisnis yang lebih fokus pada lokasi perjalanan, sementara tekanan di sektor ritel terus meningkat akibat perubahan perilaku konsumen dan ketidakpastian ekonomi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com






