Superdrug Ekspansi Besar Berkat Tren Obat Pelangsing dan Produk Kecantikan Generasi Alpha

Superdrug
Sumber Foto : Freepik

Permintaan terhadap obat penurun berat badan seperti Wegovy dan Mounjaro terus meningkat. Minat generasi Alpha terhadap produk kecantikan juga turut mendorong ekspansi Superdrug. Ritel ini berencana membuka 25 gerai baru, memperkuat jaringan yang kini sudah melebihi 800 toko.

Langkah ini diambil meski pesaing seperti Boots dan Poundland menutup banyak toko. Superdrug justru mencatat pertumbuhan signifikan, terutama pasca-pandemi COVID-19. Layanan penurunan berat badan mereka tumbuh hampir 300% pada paruh pertama tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Sebagian besar konsumen memesan obat secara daring melalui layanan dokter pribadi. Namun, Superdrug kini mengembangkan layanan langsung di toko. Tujuannya adalah memberikan konsultasi terkait efek samping, seperti rambut rontok hingga risiko pankreas.

“Senang melihat masyarakat menjadi lebih sehat dan bugar,” kata Simon Comins, Chief Commercial Officer Superdrug. “Namun, mereka juga membutuhkan interaksi sosial di toko untuk membicarakan efek samping yang muncul.”

“Beauty Playground”, Daya Tarik Baru bagi Gen Alpha

Superdrug tidak hanya fokus pada layanan kesehatan. Mereka juga memperkuat daya tariknya di sektor kecantikan, terutama untuk generasi Alpha – anak-anak kelahiran 2010 ke atas. Kelompok ini tumbuh bersama media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Untuk menjangkau mereka, Superdrug menghadirkan konsep “beauty playground”. Area ini dilengkapi dengan cermin, ring light, dan tester produk kecantikan terbaru. Konsep ini dirancang agar menyenangkan dan interaktif, khususnya bagi remaja.

“Generasi Alpha adalah fokus kami,” ujar Comins saat meninjau area beauty playground di Westfield Stratford, London. “Mereka datang bersama teman dan ingin mencoba produk langsung.” Meski membeli lewat TikTok praktis, mereka tetap ingin berbelanja langsung.

Meski hari panas di bulan Juni, toko tetap dipenuhi remaja yang mencoba produk dan berfoto. Superdrug bahkan memperluas gerainya dengan mengambil alih dua toko di sekitarnya. Kini tersedia layanan tambahan seperti bar alis, kuku, dan piercing.

Pengalaman Belanja Langsung untuk Menyaingi Online

Superdrug terus memperkaya pengalaman belanja fisik agar mampu bersaing dengan toko daring. Selain area kecantikan interaktif, mereka juga menyediakan jasa potong rambut dan konsultasi kulit gratis.

Perusahaan juga telah melatih ratusan apoteker untuk memberikan layanan seputar masalah kulit seperti jerawat. Ini menjadi solusi cepat di tengah sulitnya akses ke layanan GP.

Tim khusus Superdrug rutin memantau media sosial untuk mengetahui tren terbaru. Mereka segera menghadirkan produk yang sedang naik daun, seperti Geek & Gorgeous, stiker jerawat Starface, kosmetik BPerfect, dan body care Daise.

Menurut analis industri, banyak remaja kini lebih memilih membeli produk kecantikan daripada mainan. Liz Tan dari WGSN menyebut, generasi “Zalpha” – peralihan antara Gen Z dan Alpha – sangat dipengaruhi oleh konten kreator kecantikan.

“Anak-anak kini mengenal skincare lebih awal,” ujar Tan. “Karena orang tua dari generasi milenial menanamkan rutinitas sehat sejak dini.”

Alex Beckett dari lembaga riset Mintel menambahkan, anak-anak kini juga memengaruhi keputusan belanja orang tua. Mereka terpapar tren dari YouTube, Netflix, dan media sosial sejak usia muda.

Layanan Obat Pelangsing Jadi Peluang Baru

Superdrug juga menyasar pelanggan dewasa melalui layanan obat pelangsing. Program suntik penurun berat badan dari NHS kini mulai diluncurkan di Inggris, meski terbatas hanya untuk 220.000 pasien.

Karena keterbatasan tersebut, banyak orang memilih layanan swasta. Hal ini menyebabkan permintaan tinggi di apotek dan toko daring seperti Superdrug.

Di sisi lain, Boots juga melaporkan peningkatan penjualan di apotek sebesar 5,4%. Penjualan daring naik hampir 15% dalam tiga bulan hingga akhir Mei. Meskipun data khusus obat pelangsing tidak diungkap, analis menyebutkan ada tren besar terkait perawatan kulit.

Kebijakan pemerintah yang mendorong masyarakat berkonsultasi ke apotek sebelum ke dokter turut mendukung tren ini. Superdrug, yang dimiliki CK Hutchison Holdings asal Hong Kong, memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat posisinya di pasar.

Keluarnya Debenhams dari pasar kecantikan Inggris, serta penutupan toko-toko seperti House of Fraser dan John Lewis, membuka celah baru. Superdrug mengisi kekosongan ini dengan strategi agresif.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *