Pada 2025, kemudahan berbelanja online semakin meluas—namun tak selalu diiringi dengan keamanan produk. Salah satu ancaman yang kini menyita perhatian publik Inggris adalah penjualan ebike ilegal di marketplace besar seperti Amazon dan eBay. Meski pemerintah sudah melarang peredaran beberapa merek karena risiko kebakaran, produk serupa masih dapat ditemukan dengan mudah oleh konsumen.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah sistem keamanan marketplace sudah cukup untuk melindungi konsumen dari barang berbahaya?
Amazon dan eBay Disorot atas Penjualan Ebike Berisiko
Parlemen Inggris baru-baru ini menyoroti merek asal Tiongkok, Ridstar, yang produknya dinilai melanggar regulasi keselamatan. Meskipun pemerintah melalui Office for Product Safety and Standards (OPSS) telah melarang penjualannya, ebike Ridstar dan charger-nya masih ditemukan aktif dijual di Amazon dan eBay.
MP Fabian Hamilton dan Olly Glover menyatakan bahwa produk tersebut “kemungkinan besar memiliki risiko kebakaran yang sama dengan produk yang telah dilarang”. Mereka mendesak dua raksasa e-commerce tersebut untuk:
- Menarik seluruh listing ebike dan charger yang tidak sesuai standar.
- Meningkatkan sistem verifikasi penjual dan produk.
- Mendukung penggunaan tanda pengenal kualitas nasional seperti Kitemark.
Amazon dan eBay sendiri menyatakan telah menghapus sejumlah produk yang dilaporkan. Mereka juga menekankan pentingnya sertifikasi uji keamanan dari laboratorium resmi, serta penerapan filter otomatis dan audit dokumen CE. Namun, laporan menyebut bahwa lebih dari 1.400 ebike bekas masih dapat ditemukan di eBay, meskipun marketplace mengklaim melarang penjualan baterai bekas.
Mengapa Penjualan Ebike Ilegal Berbahaya?
Menurut hukum di Inggris, ebike legal hanya boleh memiliki daya maksimal 250W dan kecepatan bantuan listrik hingga 15.5 mph (sekitar 25 km/jam). Namun di lapangan, banyak produk yang melebihi batas ini, bahkan tanpa pedal atau dilengkapi throttle seperti motor listrik.
Risiko yang ditimbulkan meliputi:
- Kebakaran saat pengisian daya akibat komponen charger yang tidak memenuhi standar keselamatan.
- Kecelakaan di jalan karena kecepatan dan tenaga motor melebihi standar legal.
- Tidak tercakup asuransi atau perlindungan hukum jika terjadi insiden karena kendaraan dianggap ilegal.
Saatnya Marketplace Bertanggung Jawab
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital dalam dunia ritel harus diiringi dengan tanggung jawab kolektif, baik dari penjual, platform, maupun pemerintah. Marketplace besar seperti Amazon dan eBay perlu lebih aktif menegakkan regulasi demi keselamatan konsumen.
Pemerintah Inggris pun diminta untuk membuat sistem pengawasan yang lebih ketat dan menerapkan sertifikasi produk yang mudah dikenali publik. Konsumen juga perlu lebih jeli saat membeli ebike secara online, terutama dari penjual independen atau produk impor.
Kasus penjualan ebike ilegal ini menunjukkan celah besar dalam sistem marketplace modern. Meski platform mengklaim keamanan sebagai prioritas, kenyataannya produk berisiko masih bisa lolos. Regulasi dan pengawasan yang ketat sangat dibutuhkan, sekaligus edukasi publik agar tidak mudah tergiur harga murah tanpa jaminan keamanan.
Sudah saatnya kita sebagai konsumen lebih kritis dalam memilih produk, terutama yang berhubungan dengan keselamatan.
Baca juga artikel berikut: roledu.com/artikel






