Pendapatan Resmi Raja Charles Tetap Rp2,7 Triliun di Tengah Lonjakan Keuntungan Estate Kerajaan

pendapatan Raja Charles
Sumber Foto : Freepik

Raja Charles III diperkirakan akan menerima pendapatan resmi tahunan sebesar £132 juta (sekitar Rp2,7 triliun) pada tahun depan. Angka ini berasal dari keuntungan crown estate yang mencapai lebih dari £1 miliar, didorong oleh pertumbuhan pesat sektor energi angin lepas pantai.

Crown estate, sebagai pemilik sah dasar laut di sekitar Inggris, Wales, dan Irlandia Utara, memperoleh keuntungan besar dari pelelangan hak guna laut kepada pengembang energi terbarukan. Laba tahunan perusahaan ini tetap stabil di angka £1,1 miliar hingga akhir Maret, namun telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding dua tahun sebelumnya.

Sumber Pendapatan dan Dampaknya ke Monarki

Sebagai bagian dari aturan pendanaan monarki Inggris, pendapatan Raja Charles ditentukan sebesar 12% dari keuntungan crown estate. Pendanaan ini juga mencakup renovasi istana Buckingham senilai £369 juta yang berlangsung selama satu dekade. Sebelumnya, proporsi ini adalah 25%, namun diturunkan pada 2023 untuk mengimbangi lonjakan keuntungan dari proyek energi terbarukan.

Meskipun terjadi peningkatan laba signifikan, Raja Charles akan tetap menerima jumlah yang sama seperti tahun sebelumnya. Selama empat tahun sebelumnya, nilai hibah kerajaan stagnan di angka £86,3 juta sebelum naik menjadi £132 juta.

Michael Stevens, selaku Bendahara Istana, menjelaskan bahwa dana tambahan ini digunakan untuk menyelesaikan tahap akhir renovasi istana. Setelah proyek rampung, pihak kerajaan berencana meninjau ulang skema pendanaan dan mengajukan penyesuaian lewat legislasi pada 2026–2027 agar pendanaan tetap proporsional.

Portofolio Aset dan Proyeksi Jangka Panjang

Saat ini, nilai total crown estate mencapai £15 miliar, sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai £15,5 miliar. Penurunan terutama terjadi pada aset kelautan yang nilainya turun £1 miliar menjadi £3,4 miliar. Di sisi lain, nilai properti di London meningkat menjadi £7,1 miliar, didukung oleh kepemilikan strategis seperti Regent Street dan St James’s.

Crown estate juga tengah mengembangkan 93.000 meter persegi ruang komersial di ibu kota Inggris senilai £490 juta. Proyek ini dijalankan bersama Dewan Kota Westminster dan mencakup kawasan penting seperti Regent Street, Haymarket, dan Piccadilly Circus.

Dalam pengembangan hunian, crown estate telah menjalin kemitraan dengan perusahaan konstruksi Lendlease untuk membangun hingga 26.000 rumah. Secara total, perusahaan memperkirakan dapat membangun 56.000 unit di seluruh portofolionya, dengan lebih dari 5.000 unit yang kini telah memasuki tahap perencanaan.

Meski laba meningkat drastis, Direktur Utama Crown Estate, Dan Labbad, menyebut kondisi ini sebagai fenomena jangka pendek. Ia memperkirakan pendapatan tahun ini merupakan puncaknya, sebelum kembali ke tingkat normal pada tahun-tahun berikutnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *