Perusahaan otomotif Lotus memastikan bahwa pabrik Lotus di Inggris tidak akan ditutup, meskipun sempat muncul laporan bahwa pemilik asal Tiongkok, Geely, akan menghentikan produksi mobil sport Lotus di Hethel, Norfolk. Kabar tersebut sempat memicu kekhawatiran atas masa depan sekitar 1.300 pekerja.
Pernyataan resmi dari Lotus menyebutkan bahwa mereka tetap berkomitmen menjalankan kegiatan operasional seperti biasa di Inggris. “Kami tidak memiliki rencana untuk menutup pabrik. Lotus Cars tetap menjalankan operasi secara normal,” ujar perusahaan tersebut dalam keterangannya pada Sabtu (29/6).
Pemerintah Inggris Siap Berdialog dengan Pihak Lotus
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Bisnis Inggris, Jonathan Reynolds, dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan perwakilan Lotus pada Minggu mendatang. Pertemuan ini bertujuan untuk memperjelas rencana jangka panjang perusahaan dan memberikan kepastian bagi para pekerja lokal.
Pemerintah sendiri enggan mengomentari spekulasi ataupun urusan komersial perusahaan swasta, namun tetap menunjukkan perhatian terhadap industri otomotif dalam negeri.
Komitmen Jangka Panjang Lotus untuk Pasar Inggris
Lotus, yang telah dimiliki mayoritas oleh Geely sejak 2017, menegaskan bahwa Inggris masih menjadi pasar utama mereka di Eropa. Perusahaan juga menyebut Inggris sebagai “jantung dari identitas merek Lotus.” Selama enam tahun terakhir, Lotus telah menggelontorkan investasi besar di bidang riset dan pengembangan di tanah Inggris.
“Kami sedang menjajaki berbagai strategi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing secara global. Namun demikian, kami tetap menjunjung tinggi warisan Inggris dan berkomitmen terhadap pelanggan, karyawan, mitra dealer, serta pemasok kami,” tambah pernyataan itu.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com






