Layanan Bus Lokal Inggris Terus Menurun Meski Ada Investasi

layanan bus lokal
Sumber Foto : Freepik

Di tengah dorongan global untuk mengurangi emisi karbon dan memperkuat akses transportasi publik, Inggris menghadapi kenyataan pahit: layanan bus lokal justru terus menurun. Sejak pandemi Covid-19, banyak rute dipangkas, penumpang berkurang, dan ketergantungan terhadap subsidi pemerintah meningkat drastis.

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga menciptakan efek domino bagi pembangunan daerah, ketimpangan sosial, hingga pencapaian target iklim jangka panjang. Apa penyebabnya? Dan mengapa kebijakan yang sudah digulirkan tak membuahkan hasil maksimal?


Layanan Bus Lokal di Titik Kritis

Laporan terbaru dari National Audit Office (NAO) mengungkapkan sejumlah fakta yang mengkhawatirkan:

  • Total jarak tempuh bus di luar London turun 15% sejak 2019.
  • Jumlah penumpang belum pulih, masih 9% di bawah tingkat pra-pandemi.
  • Hampir setengah pemerintah lokal menilai kapasitas pelayanan mereka “buruk atau sangat buruk”.
  • Setengah pendapatan operator bus kini berasal dari subsidi publik, senilai £1,8 miliar pada 2023–24.

Yang paling disorot: rute-rute di wilayah pinggiran dan pedesaan terancam hilang karena masuk dalam lingkaran penurunan—semakin sedikit penumpang, semakin tidak layak dijalankan.

Hambatan Utama: Pendanaan, Kemacetan, dan Strategi yang Lambat

Pemerintah sebelumnya, lewat strategi Bus Back Better yang diluncurkan Boris Johnson tahun 2021, menjanjikan dana £3 miliar untuk membenahi armada dan layanan. Namun, sebagian besar anggaran dialihkan ke subsidi darurat selama pandemi. Proyek seperti bus listrik pun belum dirasakan manfaatnya oleh publik secara luas.

Masalah lain yang tidak kalah krusial adalah kemacetan lalu lintas, yang memperlambat perjalanan bus dan menurunkan kepuasan pengguna.

Meski ada rencana baru dari pemerintahan saat ini melalui bus services bill—yang memungkinkan otoritas lokal mengelola layanan sendiri—model franchise dianggap mahal dan rumit untuk diadopsi secara merata.

Perspektif Industri dan Pemerintah

Pernyataan dari berbagai pihak memperkaya sudut pandang atas masalah ini:

  • Gareth Davies (NAO): “Upaya pemerintah belum cukup berhasil. DfT perlu bekerja lebih dekat dengan pemerintah lokal dan operator.”
  • Graham Vidler (Confederation of Passenger Transport): “Industri ini tumbuh 15% di luar London tahun lalu. 83% penumpang puas dengan layanan. Masih ada potensi besar.”
  • Adam Hug (Local Government Association): “Dukungan jangka panjang dan sumber daya lokal sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem transportasi umum.”
  • DfT menyatakan bahwa mereka telah mengalokasikan rekor investasi £1 miliar demi meningkatkan frekuensi dan keandalan layanan bus.

Saatnya Evaluasi Total Arah Transportasi Publik

Penurunan layanan bus lokal menunjukkan bahwa investasi finansial saja tidak cukup. Harus ada sinergi antara infrastruktur jalan, kebijakan transportasi, dan insentif yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga.

Jika tidak segera ditangani, penurunan ini bisa memperluas kesenjangan mobilitas antarwilayah, memicu ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, dan memperburuk tujuan lingkungan yang sudah ditetapkan Inggris untuk 2030 dan 2050.

Apa langkah selanjutnya? Pemerintah dan pemangku kepentingan harus merumuskan ulang strategi yang menempatkan kebutuhan pengguna sebagai prioritas utama.


Sudah saatnya kita menuntut layanan transportasi yang benar-benar mendukung mobilitas inklusif dan ramah lingkungan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *