Di tengah menurunnya daya tarik bursa saham London, kabar bahwa Visma—perusahaan software asal Norwegia senilai €19 miliar—berencana melantai di ibu kota Inggris memberi harapan baru. Keputusan ini muncul ketika banyak perusahaan justru memilih hengkang dari London, mengincar pasar yang dianggap lebih likuid seperti Nasdaq atau Frankfurt.
Namun Visma justru melihat peluang di London. Dalam kondisi pasar global yang fluktuatif, langkah ini bisa menjadi pertaruhan berani sekaligus penanda bahwa pasar modal Inggris belum kehilangan pamornya sepenuhnya. Apa yang membuat Visma memilih London di saat banyak pemain besar justru menjauh?
Mengapa Visma Memilih London untuk IPO?
Keputusan Visma tidak datang tiba-tiba. Sejumlah faktor strategis membuat London menjadi kandidat utama untuk penawaran saham perdana mereka:
- Akses terhadap kapital besar
London dikenal memiliki pasar modal yang dalam dan dinamis, ideal untuk IPO berskala besar seperti Visma. - Profil investor yang sesuai
Dibandingkan Amsterdam, London memiliki lebih banyak investor institusi yang aktif membeli saham perusahaan-perusahaan lokal. - Dukungan pemegang saham utama
Hg Capital, pemilik mayoritas Visma asal Inggris, memiliki kepentingan strategis untuk melantai di bursa dalam negeri.
Meski belum final, London menjadi kandidat terkuat, dengan catatan: pemerintah Inggris dan bursa London harus menuntaskan reformasi yang dijanjikan pasca-Brexit.
Mengenal Visma: Raksasa Teknologi Swasta Eropa
Visma bukan pemain baru. Perusahaan ini sudah eksis sejak awal 2000-an dan kini dikenal sebagai perusahaan software swasta terbesar di Eropa. Beberapa fakta penting tentang Visma:
- 2,1 juta pelanggan di Eropa Utara dan Amerika Latin
- 16.400 karyawan dan terus berkembang lewat 350 akuisisi
- Pendapatan €2,8 miliar dan EBITDA €893 juta pada 2024
- Pertumbuhan organik hampir 12% per tahun
Produk utama Visma mencakup software untuk akuntansi, penggajian, dan manajemen SDM. Kepemimpinan Visma saat ini dijalankan oleh CEO Merete Hverven, yang naik ke posisi puncak sejak Maret 2020.
Selain Hg Capital, Visma juga didukung oleh investor global seperti GIC (Singapura), CPP Investments (Kanada), TPG (AS), dan Intermediate Capital Group (Singapura).
Dampak bagi Bursa London dan Industri IPO
Jika Visma benar-benar memilih London, ini bisa menjadi pencapaian penting bagi LSE yang beberapa tahun terakhir kehilangan pamor:
- Tahun 2024, sebanyak 88 perusahaan delisting atau pindah bursa, tertinggi sejak krisis keuangan 2008 (data EY).
- Perusahaan besar seperti Indivior dan TUI telah memutuskan untuk hengkang ke Nasdaq dan Frankfurt.
- IPO Visma bisa menjadi sinyal ke pasar global bahwa London siap bangkit sebagai destinasi IPO, terutama untuk sektor teknologi.
IPO Visma di London bisa menjadi momen penting untuk memulihkan reputasi pasar modal Inggris. Di tengah persaingan bursa yang makin kompetitif, keputusan Visma dapat menjadi contoh bahwa ekosistem investasi di London masih relevan—asal didukung oleh regulasi yang adaptif dan kebijakan pro-pasar.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






