Harga rumah di Inggris turun tajam pada Juni 2025. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak Februari 2023. Menurut Nationwide, harga rata-rata rumah turun 0,8% menjadi £271.619. Sebelumnya, pada Mei, harga justru naik 0,4%.
Secara tahunan, pertumbuhan harga melambat dari 3,5% menjadi 2,1%. Irlandia Utara mencatat kenaikan tertinggi secara tahunan, yakni 9,7%. Namun, angka ini lebih rendah dibanding 13,5% pada kuartal sebelumnya.
Skotlandia mencatat kenaikan tahunan sebesar 4,5%. Sedangkan Wales dan Inggris mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 2,6% dan 2,5%. East Anglia menjadi wilayah dengan pertumbuhan terendah, yakni hanya 1,1%.
Persaingan Penjual Semakin Ketat
Laporan dari Rightmove menunjukkan penurunan harga rumah sebesar 0,3% pada Juni. Para penjual kini menghadapi persaingan terberat dalam satu dekade terakhir. Banyak kesulitan menjual properti mereka.
Hal ini berkaitan dengan berakhirnya pemotongan bea materai di Inggris dan Irlandia Utara sejak April. Kenaikan pajak ini menambah biaya ribuan poundsterling bagi pembeli rumah.
Robert Gardner, Kepala Ekonom Nationwide, mengatakan pelemahan ini kemungkinan disebabkan oleh permintaan yang menurun pasca kenaikan bea materai. Namun, ia tetap optimistis aktivitas pasar akan meningkat saat musim panas.
Gardner menambahkan bahwa kondisi ekonomi mendasar masih kuat. Tingkat pengangguran rendah, pendapatan riil meningkat, kondisi keuangan rumah tangga stabil, dan suku bunga diprediksi turun.
Prospek dan Tren Pasar Properti UK
Pasar memperkirakan Bank of England akan memangkas suku bunga pada Agustus. Kemungkinan pemangkasan berikutnya diperkirakan terjadi pada November. Saat ini, rata-rata suku bunga KPR dua tahun berada di 5,09%, sedikit turun dari 5,10%.
Tom Bill, Kepala Riset Perumahan di Knight Frank, menyebutkan bahwa efek dari kebijakan pajak Maret masih terasa. Pasokan rumah meningkat, tetapi permintaan melemah. Kondisi ini menekan harga rumah.
Ia menambahkan bahwa ekspektasi penurunan suku bunga membuat pasar lebih stabil. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah tetap menjadi tantangan ke depan.
Bill memperkirakan akan ada pertumbuhan harga rumah dalam angka satu digit hingga akhir 2025. Penjual disarankan menyesuaikan harga dengan kondisi pasar yang lebih menguntungkan pembeli.
Performa Regional dan Jenis Properti
Perbedaan kinerja harga rumah antara wilayah utara dan selatan Inggris mulai mengecil. Wilayah utara mencatat kenaikan 3,1% secara tahunan. Di selatan, harga naik sebesar 2,2%.
Dari jenis properti, rumah teras mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni 3,6%. Rumah bebas naik 3,2%, rumah setengah terpisah 3%, dan apartemen hanya 0,3%.
Harga rumah Inggris mengalami tekanan setelah insentif fiskal berakhir. Namun, ekspektasi penurunan suku bunga memberi harapan bagi pasar properti UK ke depan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com






