Bioethanol Inggris Terancam: Efek Kesepakatan Dagang AS-UK

bioethanol Inggris
Sumber Foto : Freepik

Inggris pernah digadang-gadang sebagai pemimpin transisi energi bersih di Eropa. Namun di pertengahan 2025, salah satu pilar utamanya—bioethanol Inggris—justru terancam runtuh. Di kota pelabuhan Hull, suara mesin pabrik Vivergo Bioethanol bisa segera berhenti menggema. Pemiliknya, Associated British Foods (ABF), menyatakan akan menutup fasilitas tersebut pada pertengahan September bila tidak ada intervensi pemerintah.

Penyebabnya bukan karena krisis bahan baku atau rendahnya permintaan bahan bakar terbarukan. Melainkan karena keputusan pemerintah untuk membuka keran impor ethanol dari AS secara bebas tarif. Sebuah langkah diplomatik yang membuka pasar mobil Inggris ke Amerika, namun justru memukul industri energi hijau dalam negeri.

Vivergo menghentikan pembelian gandum lokal sejak Juni dan mulai melakukan konsultasi pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 160 karyawan.

Industri Lokal Tersisih oleh Produk Murah Impor

Kesepakatan dagang yang ditandatangani Mei lalu memungkinkan hingga 1,4 miliar liter ethanol dari AS masuk ke Inggris tanpa tarif, jumlah yang setara dengan konsumsi bioethanol nasional saat ini. Produk asal Amerika Serikat—yang disubsidi besar-besaran dan berbahan dasar jagung—akan lebih murah dibandingkan bioethanol berbasis gandum lokal yang diproduksi Vivergo atau Ensus di Teesside.

Dampaknya? Harga lokal kalah saing. Ribuan pekerjaan di sektor energi, pertanian, hingga logistik ikut terancam.

Pemerintah menyatakan bahwa tantangan industri ini sudah ada jauh sebelum kesepakatan dengan AS, namun tidak sedikit pihak yang menyebut keputusan tersebut sebagai “paku terakhir di peti mati” bagi industri bioethanol Inggris.

Antara Diplomasi Ekonomi dan Ketahanan Energi Lokal

Kesepakatan ini memang membawa manfaat lain: Inggris berhasil menurunkan tarif ekspor mobil ke AS dari 100% menjadi 10%, dan masih bernegosiasi terkait tarif baja. Tapi apakah itu sepadan dengan risiko menghapus industri energi terbarukan yang strategis secara nasional?

Vivergo dan Ensus sebelumnya telah memperingatkan pemerintah bahwa tanpa perlindungan, industri bioethanol Inggris bisa kolaps dalam waktu singkat. Kini, ABF meminta dua hal konkret:

  • Pendanaan jangka pendek untuk menutup kerugian operasional
  • Solusi jangka panjang untuk menjaga daya saing bioethanol lokal

Jika tidak dipenuhi, Vivergo siap menghentikan operasional pada 13 September.

Apa yang Bisa Dilakukan Pemerintah?

Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk:

  • Meninjau ulang kuota bebas tarif agar tidak sepenuhnya menggantikan produk lokal
  • Memberikan subsidi atau insentif produksi untuk bioethanol berbahan baku lokal
  • Mendorong inovasi teknologi di sektor energi terbarukan agar efisien dan kompetitif

Namun, waktu makin menipis.


Kisah Vivergo bukan hanya soal satu pabrik yang terancam tutup. Ini adalah refleksi betapa rapuhnya industri lokal ketika kebijakan dagang tidak dibarengi perlindungan sektor strategis.

Jika bioethanol Inggris gagal bertahan, bukan hanya emisi karbon yang sulit ditekan—melainkan juga peluang kerja, inovasi, dan ketahanan energi nasional yang ikut hilang.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *