YLKI: Pengembalian Dana Masih Jadi Keluhan Utama
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kembali menyoroti persoalan dalam layanan konsumen e-commerce. Dalam lima tahun terakhir, sektor ini selalu masuk 10 besar aduan terbanyak. Tahun 2024, YLKI mencatat 144 pengaduan dari konsumen.
Sekretaris Jenderal YLKI, Rio Priambodo, menyebutkan bahwa aduan terbanyak terkait pengembalian dana atau refund. Masalah lainnya meliputi barang tidak sesuai dan penipuan. “Sebanyak 29,9% aduan menyangkut refund. Barang tidak sesuai 27,1%, dan penipuan 7,6%,” ujarnya.
Rio menilai banyak masalah yang terus berulang. Ia mendesak agar ada pembenahan sistem dan pengawasan pemerintah yang lebih ketat. YLKI juga mendorong platform seperti Shopee, TikTok-Tokopedia, dan Blibli agar bertanggung jawab dalam setiap tahapan transaksi.
Selain itu, Rio menekankan pentingnya informasi iklan yang jujur dan penyelesaian sengketa yang adil. Ia menyarankan pemerintah membuat regulasi lintas kementerian yang sesuai dengan ekosistem digital saat ini. Salah satu usulan YLKI adalah penerapan sistem Online Dispute Resolution (ODR). Sistem ini dapat mempercepat penyelesaian sengketa secara daring.
Respons Pelaku E-Commerce terhadap Aduan Konsumen
Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli menyatakan komitmen mereka terhadap peningkatan kualitas layanan. Aditia Grasio Nelwan dari Tokopedia mengatakan, perusahaannya menerapkan sistem rekening bersama. Dana baru diteruskan ke penjual jika pembeli sudah menerima barang sesuai.
Pengguna juga bisa melaporkan pelanggaran melalui fitur khusus. Tokopedia menjalankan edukasi seperti JualanNyaman dan BelanjaAman. Program ini menyasar penjual, pembeli, dan affiliate creator agar lebih paham soal perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Platform ini juga menyediakan fitur pelacakan status transaksi. Pembeli dan penjual dapat memantau proses melalui aplikasi atau Seller Center. Tokopedia juga bekerja sama dengan mitra logistik tepercaya. Mereka menyediakan berbagai metode pengiriman serta proses refund yang transparan.
Blibli juga menekankan pentingnya keaslian dan kualitas produk. COO dan Co-Founder Blibli, Lisa Widodo, menyatakan pihaknya menjamin semua produk orisinal dan bergaransi resmi. Bila produk tidak sesuai atau diragukan keasliannya, pelanggan bisa menghubungi layanan 24 jam.
Blibli menawarkan pengembalian dana penuh. Bahkan, mereka memberikan kompensasi hingga satu kali nilai pembelian, maksimal Rp25 juta. Lisa menambahkan, perlindungan konsumen dimulai sebelum transaksi terjadi. Mereka mengandalkan sistem logistik sendiri dan layanan pelanggan manusia, bukan chatbot.
Blibli juga menjalankan empat fitur proteksi aktif. Sistem ini bekerja otomatis untuk mencegah masalah sejak awal. Shopee belum memberi tanggapan langsung. Namun, berdasarkan laman resminya, Shopee memiliki fitur XTRA Aman untuk menjaga keamanan transaksi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
