UMKM Harus Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Tembus Pasar Global

kolaborasi UMKM
Sumber Foto : Freepik

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia didorong untuk terus berinovasi dan beradaptasi agar mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Selain itu, kolaborasi menjadi elemen penting dalam mendorong pertumbuhan dan ekspansi global UMKM. Hal ini disampaikan oleh pendiri OK OCE Indonesia, Sandiaga Uno.

Dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (29/6/2025), Sandi menekankan pentingnya strategi 3Si: inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Menurutnya, era kompetisi sudah saatnya beralih menuju era kolaborasi untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Kita sudah banyak berkompetisi, saatnya kita berkolaborasi,” ujarnya.

OK OCE Buka Peluang Kerja Sama Internasional

Melalui acara bertajuk “OK OCE Indonesia: Driving Grassroots Entrepreneurship Across Borders”, Sandiaga mengungkapkan bahwa gerakan OK OCE kini telah memiliki lebih dari 600 ribu anggota di Indonesia dan mulai memperluas jangkauan ke luar negeri. Salah satu bentuk ekspansi global UMKM ini dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk JNJ dan Astro Awani dari Malaysia.

Tren yang sedang berkembang juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah ekonomi halal yang tumbuh pesat seiring perkembangan digitalisasi. Sandi menilai Malaysia telah lebih dahulu berkembang dalam sektor ini, sehingga kerja sama lintas negara dapat mempercepat integrasi ekosistem bisnis.

Digitalisasi dan Produk Lokal Jadi Kunci

Sandiaga juga menyoroti pentingnya memanfaatkan digitalisasi dalam membangun jaringan antar kota atau sister city untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Misalnya, kolaborasi antara Ipoh di Malaysia dengan kota-kota di Indonesia bisa membuka peluang besar bagi pelaku UMKM.

Selain itu, ia menekankan bahwa tren produk lokal terus berkembang dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menembus pasar global. “OK OCE mendukung pelaku usaha lokal untuk bisa go global, terutama melalui digitalisasi yang cepat dan efisien,” ungkapnya.

Menurut mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut, pelaku usaha harus cerdas dan tangguh menghadapi krisis yang bisa datang sewaktu-waktu. Untuk itu, membangun bisnis yang tahan banting sangatlah penting.

Ekspansi Produk Lokal ke Pasar Internasional

Sandiaga juga membagikan pengalamannya saat mencoba es cendol khas Kampung Hulu di Ipoh. Ia berharap, produk-produk lokal seperti itu juga bisa dibawa ke pasar Indonesia melalui kemitraan UMKM. “Bayangkan jika kita bisa menghadirkan es cendol Ipoh di Indonesia melalui kolaborasi UMKM,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pasar Indonesia yang besar, dengan lebih dari 280 juta penduduk, menjadi potensi besar untuk memperluas jangkauan produk. “Jangan saling mencari keuntungan satu sama lain, tapi mari kita menciptakan keuntungan bersama,” tegasnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *