Setelah menanti selama tiga tahun, layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk akhirnya resmi beroperasi di India. Izin ini diberikan usai pertemuan antara Menteri Komunikasi India, Jyotiraditya Scindia, dan Presiden serta COO SpaceX, Gwynne Shotwell. Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 17 Juni 2025.
Pertemuan ini membahas potensi kolaborasi antara India dan Starlink. Fokus utamanya adalah penggunaan teknologi satelit untuk mendukung program digital nasional. Jyotiraditya menegaskan hal ini melalui akun X miliknya.
“Dengan revolusi digital di bawah kepemimpinan PM Modi, teknologi satelit kini menjadi alat yang transformatif,” tulisnya.
Internet Satelit Terjangkau dengan Uji Coba Gratis
Starlink menjadi perusahaan ketiga yang memperoleh lisensi layanan internet satelit di India. Dua perusahaan lainnya adalah Eutelsat OneWeb dan Jio Satellite Communications. Berdasarkan laporan The Economic Times, Starlink akan menawarkan layanan internet dengan harga di bawah US$10 per bulan. Angka ini setara dengan sekitar Rp164.000.
Tak hanya itu, pelanggan juga bisa menikmati uji coba gratis selama satu bulan. Ini memberi kesempatan bagi pengguna untuk menjajal kualitas layanan sebelum berlangganan.
Harga tersebut tergolong sangat murah dibandingkan negara lain. Misalnya, di Lagos, Nigeria, Starlink mengenakan biaya US$35 per bulan. Pelanggan juga harus membeli perangkat keras seharga US$371 atau sekitar Rp6,1 juta.
Strategi ini kemungkinan besar ditujukan untuk menarik pasar India. Sebagai pelopor internet satelit berbiaya rendah, Starlink ingin membangun basis pelanggan sejak awal.
Teknologi Orbit Rendah, Kecepatan Tinggi
Starlink adalah proyek unggulan dari SpaceX, perusahaan teknologi antariksa asal Amerika Serikat. Layanan ini dirancang untuk menyediakan internet satelit berkecepatan tinggi dengan latensi rendah. Teknologi ini sangat cocok untuk wilayah terpencil yang belum memiliki jaringan kabel.
Satelit Starlink beroperasi di orbit rendah, sekitar 550 kilometer dari permukaan bumi. Berbeda dengan sistem lama, Starlink tidak menggunakan satelit geostasioner. Inilah yang membuat koneksi mereka lebih cepat dan stabil.
Berdasarkan laporan Financial Express, kecepatan internet Starlink berkisar antara 25 Mbps hingga 220 Mbps. Koneksinya juga bersifat independen dan tidak bergantung pada infrastruktur darat.
Hadirnya Starlink di India dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung pemerataan akses digital. Layanan ini menawarkan solusi nyata bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan internet konvensional. Dengan harga terjangkau dan koneksi stabil, Starlink berpotensi menjadi pemimpin pasar di negara berkembang.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
