OpenAI resmi menghentikan kerja sama dengan Scale AI. Startup ini dikenal sebagai penyedia layanan data labeling untuk model kecerdasan buatan. Langkah ini diumumkan hanya beberapa hari setelah Meta menggelontorkan investasi besar ke Scale AI. Meta mengambil 49% saham dan menunjuk CEO Scale AI, Alexandr Wang, sebagai pemimpin unit “superintelligence” milik mereka.
Namun, menurut juru bicara OpenAI, penghentian kerja sama OpenAI dan Scale AI sebenarnya telah dimulai sejak 6 hingga 12 bulan lalu. Prosesnya dilakukan bertahap dan tidak berkaitan langsung dengan langkah Meta.
Investasi Meta Picu Kekhawatiran
Selama ini, Scale AI menjadi mitra utama bagi banyak perusahaan teknologi besar. Selain OpenAI, klien mereka termasuk Google dan Meta. Namun, investasi Meta di Scale AI menimbulkan kekhawatiran. Para pelanggan khawatir Meta bisa mendapatkan akses terhadap data sensitif milik pesaingnya.
Tak hanya OpenAI, Google juga dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi serupa. Mereka dikabarkan ingin menghentikan hubungan kemitraan dengan Scale AI. Hal ini menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan bisnis utama Scale AI di bidang data labeling.
Peluang untuk Pesaing, Strategi Baru Scale AI
Beberapa pesaing Scale AI mulai mendapat lonjakan permintaan dari pengembang model AI. Banyak dari mereka kini mencari mitra data yang dianggap lebih netral.
Scale AI membantah tudingan bahwa Meta mendapat perlakuan khusus. Mereka juga menegaskan bahwa Alexandr Wang tidak lagi terlibat dalam operasi harian setelah bergabung ke Meta.
CEO interim Scale AI, Jason Droege, menyampaikan bahwa perusahaan akan mengubah fokus bisnis. Mereka akan memperkuat layanan aplikasi AI khusus untuk sektor pemerintahan dan korporasi besar.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : bisnis.com
