Mitra Pack Incar Pertumbuhan Omzet hingga 30% pada 2025 Berkat Ekspansi dan Inovasi Produk

industri kemasan
Sumber Foto : Freepik

PT Mitra Pack Tbk. (PTMP), emiten yang bergerak di bidang kemasan dan suku cadang, menargetkan pertumbuhan omzet antara 20% hingga 30% pada tahun 2025. Target tersebut didukung oleh rencana ekspansi serta prospek cerah industri kemasan di tengah tren keberlanjutan. Direktur Utama Mitra Pack, Ardi Kusuma, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan penjualan neto mencapai Rp230,76 miliar atau tumbuh 20% dari tahun sebelumnya. Seiring dengan peningkatan penjualan, laba bersih tahun berjalan ditargetkan meningkat sekitar 15% menjadi Rp13,77 miliar.

Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, PTMP telah menyiapkan peluncuran produk-produk baru. Perusahaan juga memperluas kerja sama melalui entitas anak, dengan menambah dua mitra dari luar negeri, yaitu Ulma dari Italia dan Bizerba dari Jerman. Kemitraan ini ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar di sektor pengolahan daging serta segmen hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Diversifikasi Produk dan Fokus pada Keberlanjutan

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PTMP juga mengembangkan merek lokal “Maxima” untuk sistem vakum lengkap dan unit thermoforming. Menurut Ardi, sektor industri kemasan diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang solid, khususnya berkat meningkatnya permintaan dari industri makanan dan minuman, farmasi, serta barang konsumsi lainnya.

Tren kemasan ramah lingkungan turut menjadi fokus perusahaan. Permintaan terhadap bahan kemasan biodegradable dan dapat didaur ulang terus meningkat, didorong oleh kesadaran pelanggan akan keberlanjutan. Selain itu, inovasi dalam kemasan pintar dan otomatisasi lini produksi akan mendorong efisiensi serta meningkatkan nilai tambah produk, misalnya lewat fitur pelacakan dan keamanan.

Ardi menambahkan, PTMP akan memanfaatkan perkembangan ini untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi kemasan inovatif dan ramah lingkungan. Perseroan juga terus memperluas jaringan distribusi serta meningkatkan kapasitas produksi untuk menjawab permintaan pasar yang terus tumbuh.

Kinerja Keuangan PTMP Terus Menguat

Selama tahun 2024, PTMP mencatat penjualan neto sebesar Rp192,30 miliar, meningkat 25,69% dari Rp152,99 miliar di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan kelanjutan dari tren positif sejak 2019. Komponen penjualan terbesar berasal dari produk consumable dan suku cadang sebesar Rp159,02 miliar, disusul oleh penjualan mesin, pendapatan sewa, jasa teknik, dan penjualan lainnya.

Peningkatan penjualan juga mendorong kenaikan laba kotor sebesar 34,06% menjadi Rp67,90 miliar, meskipun beban pokok penjualan turut naik 21,55%. Adapun laba bersih PTMP pada 2024 mencapai Rp13,99 miliar, melonjak 66,46% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,40 miliar.

Ardi Kusuma menyebut, pencapaian ini menunjukkan kekuatan fundamental bisnis PTMP meskipun tantangan ekonomi tetap ada. Ke depan, PTMP akan terus memperkuat strategi pemasaran melalui penguatan tim penjualan dan layanan purna jual, khususnya di wilayah Semarang dan Surabaya, serta mendorong inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *