Amazon Tambah 27 Satelit Internet Kuiper
Amazon kembali memperluas jangkauan layanan internet orbit rendah melalui peluncuran satelit internet Kuiper. Sebanyak 27 satelit dijadwalkan meluncur pada Senin, 16 Juni 2025. Misi ini akan menggunakan roket Atlas V milik United Launch Alliance (ULA) dari Cape Canaveral, Florida.
Ini menjadi peluncuran kedua Project Kuiper setelah misi perdana tujuh minggu lalu. Kala itu, 27 satelit pertama berhasil dikirim ke orbit rendah Bumi.
“Setiap peluncuran memperkuat kapasitas dan jangkauan jaringan kami. Kami merancang satelit komunikasi dengan teknologi canggih,” ujar Rajeev Badyal, Wakil Presiden Project Kuiper, dikutip dari Digital Trend, Sabtu (14/6/2025).
Persaingan Internet Orbit Rendah Semakin Ketat
Starlink dari SpaceX masih memimpin dengan lebih dari 7.000 satelit aktif. Layanan tersebut telah digunakan oleh lebih dari 5 juta pelanggan secara global sejak enam tahun lalu.
Namun, Amazon tidak tinggal diam. Lewat Project Kuiper, perusahaan ini berambisi mengoperasikan lebih dari 3.200 satelit. Pada tahap awal, layanan akan mulai tersedia secara global pada akhir 2025. Target awalnya adalah mengaktifkan 1.000 satelit.
Untuk mengejar target tersebut, Amazon telah menyusun jadwal peluncuran padat. Selain enam misi tambahan dengan Atlas V, Amazon juga menyiapkan 38 peluncuran dengan roket Vulcan Centaur dari ULA. Di samping itu, puluhan peluncuran lainnya melibatkan Arianespace, Blue Origin, bahkan Falcon 9 milik SpaceX.
Langkah agresif ini mempertegas persaingan internet orbit rendah antara Amazon dan SpaceX. Dengan jaringan satelit internet Kuiper yang terus berkembang, Amazon berharap bisa mengejar dominasi Starlink.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : cnbcindonesia.com
