Strategi Iklan Netflix dan Disney+: Tantangan Baru bagi TV Lokal Inggris

strategi iklan streaming
Sumber Foto : Freepik

Langkah Netflix dan Disney+ dalam memperluas strategi iklan streaming telah mengubah lanskap persaingan layanan TV digital global, termasuk di Inggris. Kesuksesan serial seperti Adolescence dari Netflix dan Rivals dari Disney telah mendorong lonjakan jumlah pelanggan. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa pemirsa pada paket beriklan justru menonton lebih sedikit konten dibandingkan pelanggan tanpa iklan.

Sejak akhir 2022, Netflix mengadopsi pendekatan berbasis iklan guna merespons pertumbuhan pelanggan yang stagnan. Langkah ini terbukti efektif: dalam kuartal terakhir 2024, Netflix mencatatkan pertumbuhan pelanggan tertinggi sepanjang sejarahnya, dengan 55% pengguna baru memilih paket beriklan. Saat ini, sepertiga dari 300 juta pelanggan globalnya menonton dengan iklan.

Disney+ pun mengikuti jejak tersebut dan kini memiliki 157 juta pelanggan di paket iklan, termasuk layanan ESPN dan Hulu di AS. Sementara itu, Amazon mulai menerapkan iklan otomatis di Prime Video sejak awal 2024.

Tantangan: Penurunan Durasi Tonton di Paket Iklan

Riset terbaru mengungkap adanya perbedaan pola konsumsi konten antara pengguna paket beriklan dan bebas iklan. Di Inggris, pelanggan Netflix dengan paket iklan menonton rata-rata 22 menit lebih sedikit per hari dibandingkan pelanggan tanpa iklan—selisih sebesar 22%. Di Prime Video, selisihnya bahkan mencapai 23 menit, atau 44%.

Meski demikian, Disney+ menunjukkan celah paling sempit, dengan perbedaan hanya 5 menit. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas strategi iklan streaming tidak seragam di tiap platform.

Matt Ross dari Digital i menjelaskan bahwa paket bebas iklan biasanya memberikan fitur lebih lengkap, seperti akses multi-perangkat dan pengalaman menonton tanpa gangguan. Fitur ini cenderung menarik pengguna yang lebih aktif dan terlibat secara rutin.

Reaksi Media dan Posisi Penyiar Lokal

Upaya para raksasa streaming AS untuk menguasai pasar iklan digital Inggris belum sepenuhnya mulus. Netflix, misalnya, sempat mendapat kritik karena menetapkan harga iklan hampir 50% lebih mahal dibanding layanan penyiar lokal seperti ITV dan Channel 4. Kurangnya kemampuan penargetan dan ukuran audiens yang terbatas juga membuat banyak agensi iklan enggan berinvestasi besar.

Amazon kini dianggap lebih kompetitif karena menyesuaikan harga dengan standar lokal, sementara Disney+ tetap mematok harga tinggi meski basis penggunanya lebih kecil.

Di sisi lain, penyiar lokal Inggris melihat peluang dari munculnya “light viewers”—segmen pemirsa yang lebih ringan dan lebih memilih konten gratis atau beriklan. Mereka berharap layanan streaming lokal tetap mampu bersaing di tengah serbuan global.

Greg Peters, Co-CEO Netflix, menyatakan bahwa 2025 akan menjadi titik balik dalam transformasi bisnis iklan mereka. Netflix telah meluncurkan platform teknologi iklan internal di AS dan berencana memperluasnya ke pasar internasional, termasuk Inggris.

Masa Depan Persaingan TV Digital

Meskipun strategi iklan streaming telah meningkatkan skala dan daya tarik layanan global, para penyiar Inggris tidak bisa berpuas diri. Mereka menghadapi tekanan ganda: menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku pemirsa dan mempertahankan pangsa pasar iklan TV yang terus menyusut, kini bernilai £3,58 miliar.

Data terbaru menunjukkan dominasi Netflix di Inggris, dengan 65% pengguna internet usia 18–64 tahun mengakses platform ini pada Februari 2025. Sebagai perbandingan, BBC iPlayer digunakan oleh 59%, Prime Video 48%, ITVX 46%, dan Channel 4 hanya 34%.

Menurut Richard Broughton dari Ampere Analysis, industri iklan digital bersifat kompetitif dan berbasis skala. Streamer global mungkin masih dalam tahap awal, namun ancaman bagi penyiar lokal kian nyata.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *