Trump Terapkan Tarif Baru, Inflasi AS Masih Terkendali

inflasi AS
Sumber Foto : Freepik

Inflasi AS naik tipis pada Mei, meskipun tarif Trump diberlakukan lebih luas. Kenaikan tampak terjadi pada mainan, suku cadang kendaraan, dan peralatan rumah tangga. Dampak keseluruhan terhadap perekonomian juga masih terbatas.

Berdasarkan laporan resmi Departemen Tenaga Kerja AS, indeks harga konsumen naik 2,4% per tahun per Mei. Kenaikan tersebut lebih besar dari 2,3% yang terjadi pada April. Ini terjadi di tengah penerapan tarif Trump yang diberlakukan sejak Januari lalu.

Dampak Tarif Trump Masih Terbatas

Selain peralatan rumah tangga dan mainan, beberapa kelompok barang juga naik, seperti makanan dan perumahan.Namun, hal tersebut diimbangi oleh turunnya harga bensin, tiket pesawat, dan pakaian. Dengan demikian, inflasi secara keseluruhan hanya naik 0,1% antara April dan Mei. Kenaikan tersebut lebih rendah dari 0,2% pada bulan sebelumnya.

Analis menyatakan dampak tarif Trump memang membutuhkan waktu lebih lama untuk tampak. Perusahaan tengah menghabiskan stok barang yang diimpor sebelum penerapan tarif. Langkah tersebut turut menjaga tekanan inflasi tetap terkontrol.

“Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan memang melegakan, tapi juga harus diantisipasi lebih luas. Kenaikan mungkin terjadi beberapa bulan mendatang saat stok habis dan biaya lebih besar diberlakukan,” ujar Seema Shah, kepala ahli strategi global Principal Asset Management.

The Fed Mengikuti Perkembangan Inflasi AS

Bank Sentral AS (The Fed) tengah mencari sinyal mengenai pergerakan inflasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait suku bunga. The Fed menargetkan inflasi sekitar 2% per tahun. Sejak 2022, bank sentral juga tengah melakukan serangkaian kenaikan suku bunga demi menjaga kestabilan harga.

Donald Trump, yang tengah menjabat lagi di Gedung Putih, mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga. Trump menyatakan masalah inflasi mulai mereda. Meski demikian, para ahli menilai The Fed lebih memilih untuk berhati-hati dan menunggu data yang lebih lengkap mengenai dampak tarif Trump terhadap perekonomian.

“The Fed akan lebih reaktif dan menunggu hingga tampak dampak yang lebih luas saat tarif diberlakukan sepenuhnya,” kata Ryan Sweet dari Oxford Economics.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bbcnews.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *