Premi Asuransi Umum Mengalami Perlambatan di Kuartal I 2025

premi asuransi umum
Sumber Foto : Freepik

Premi asuransi umum tampak melambat pada kuartal I 2025. Hal tersebut terjadi seiring terkontraksinya beberapa lini usaha unggulan. Alhasil, total premi bruto industri asuransi umum hanya naik tipis 0,3% year on year (YoY) atau sekitar Rp79 miliar, sehingga mencapai Rp30,53 triliun.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, dan Analisis Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Trinita Situmeang, menjelaskan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/6/2025), bahwa terdapat beberapa lini usaha yang terkontraksi, yaitu asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, dan asuransi kredit.

Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Mengalami Penurunan

Berdasarkan data AAUI, premi asuransi kendaraan bermotor turun 5,3% (YoY) atau Rp292 miliar, menjadi Rp5,24 triliun. Pangsa pasarnya juga turun dari 17,6% menjadi 17,3%. Sementara itu, klaim asuransi kendaraan bermotor turun 4,2% (YoY) atau Rp80 miliar, sehingga menjadi Rp1,82 triliun.

Selain kendaraan bermotor, premi asuransi properti juga turun 14,1% (YoY) atau Rp1,28 triliun, menjadi Rp7,80 triliun, dengan pangsa pasar turun dari 28,9% menjadi 25,9%. Klaim yang dibayarkan untuk asuransi properti malah naik 33% (YoY) atau Rp486 miliar, sehingga mencapai Rp1,96 triliun.

Premi Asuransi Kredit Mengalami Perlambatan

Sementara itu, premi asuransi kredit hanya naik tipis 0,3% (YoY) atau Rp11 miliar, menjadi Rp3,98 triliun. Pangsa pasarnya juga turun dari 15,7% menjadi 13,3%. Rasio klaim asuransi kredit per Maret 2025 mencapai 90,3%. Tingginya rasio tersebut disebabkan oleh pertumbuhan klaim yang lebih besar dari pertumbuhan premi.

Selain kendaraan bermotor, properti, dan kredit, asuransi kesehatan juga menjadi satu lini usaha yang memberikan kontribusi signifikan. Klaim asuransi kesehatan mencapai Rp1,69 triliun per kuartal I 2025. Dengan demikian, empat lini bisnis — asuransi kendaraan bermotor, properti, kredit, dan kesehatan — menjadi penyumbang terbesar klaim yang dibayarkan industri asuransi umum.

Faktor Penghambat Kinerja Premi Asuransi Umum

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjabarkan beberapa penyebab perlambatan tersebut. Dalam asuransi kredit, terdapat perusahaan yang kesulitan memenuhi ketentuan ekuitas dan rasio likuiditas minimum sesuai POJK 20 Tahun 2023. Hal tersebut turut memberikan tekanan negatif pada pertumbuhannya.

Selain itu, kinerja asuransi properti juga terimbas oleh perekonomian global yang tengah melambat, sehingga kalangan korporasi lebih memilih melakukan efisiensi biaya, termasuk memangkas pembelian asuransi. Sementara itu, turunnya premi asuransi kendaraan bermotor disebabkan oleh melambatnya penjualan kendaraan. Kendati demikian, Budi Herawan optimistis kinerja premi kendaraan bermotor dapat lebih bergeliat pada kuartal II/2025 seiring proses pemulihan pasar otomotif.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *