Starlink Ancam Dominasi Jio dan Airtel di Tengah Polemik Spektrum Satelit

Starlink India
Sumber Foto : Freepik

Ekspansi layanan internet berbasis satelit milik SpaceX, Starlink, mengubah peta persaingan industri telekomunikasi. Di India, Starlink India mulai mengembangkan teknologi direct-to-cell yang menghubungkan satelit langsung ke ponsel.

Teknologi ini mampu menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses jaringan terestrial. Namun, operator lama seperti Reliance Jio dan Bharti Airtel justru merasa terancam.

Polemik Spektrum Satelit: Lelang atau Lisensi?

Pemerintah India memutuskan untuk mengalokasikan spektrum satelit dengan skema lisensi, bukan lelang. Keputusan ini mengikuti tren global dan memberi ruang lebih besar bagi pemain asing seperti Starlink.

Sebelumnya, Reliance Jio sempat mengusulkan agar spektrum tetap diberikan lewat lelang. Menurut mereka, cara ini akan memberi keuntungan bagi perusahaan lokal yang sudah berinvestasi besar.

Asosiasi yang mewakili Jio dan Airtel menyampaikan kekhawatiran lewat surat tertanggal 29 Mei 2025. Mereka menilai tarif spektrum yang terlalu rendah akan menguntungkan pemain asing.

Sebagai perbandingan, regulator telekomunikasi India mengusulkan tarif sebesar 4% dari pendapatan tahunan bagi penyedia layanan satelit. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan biaya lelang yang dibayar operator lokal.

Investasi Lokal Vs. Kompetitor Global

Sumber industri menyebut operator seperti Jio dan Airtel khawatir akan ketimpangan biaya. Layanan satelit menawarkan broadband nirkabel serupa, tapi dengan beban lisensi yang jauh lebih ringan.

Operator lama sudah menggelontorkan sekitar US$20 miliar dalam beberapa tahun terakhir untuk mendapatkan spektrum 5G. Mereka juga telah membangun jaringan nasional untuk mendukung layanan tersebut.

Surat dari asosiasi menyebut, “Biaya per MHz harus setara atau setidaknya proporsional. Terutama jika digunakan untuk menjangkau konsumen dengan layanan yang sama.”

Meskipun Jio dan Airtel sempat menjalin kerja sama distribusi perangkat Starlink pada Maret 2025, mereka tetap bersaing dalam layanan ke pelanggan.

Pemerintah India masih meninjau masukan dari industri. Menteri Telekomunikasi Jyotiraditya Scindia menyatakan bahwa proses lisensi untuk Starlink hampir rampung.


Kompetisi antara operator lokal dan pemain global seperti Starlink akan terus memanas. Pengaturan spektrum satelit akan sangat memengaruhi masa depan telekomunikasi di India dan negara berkembang lainnya.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : cnbcindonesia.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *