BEUC Laporkan Praktik Dark Pattern pada Aplikasi Shein ke Komisi Eropa

praktik dark pattern
Sumber Foto : Freepik

Organisasi konsumen Eropa, BEUC, melaporkan aplikasi Shein ke Komisi Eropa. Mereka menuding Shein menggunakan praktik dark pattern yang memanipulasi konsumen agar terus berbelanja.

BEUC menyoroti fitur-fitur seperti pop-up yang membuat pengguna enggan menutup aplikasi karena takut kehilangan diskon. Ada juga hitung mundur yang menciptakan tekanan psikologis agar segera membeli. Bahkan, fitur game digunakan untuk membuat pengguna terus menggulir layar ponsel.

Taktik tersebut dianggap sebagai bentuk perdagangan agresif. Shein juga disebut mengirimkan hingga 12 notifikasi dalam sehari, yang dinilai berlebihan dan mengganggu.

“Platform fast fashion mengejar konsumsi besar-besaran. Praktik dark pattern ini memang dirancang untuk mendorong perilaku belanja berulang,” ujar Agustin Reyna dari BEUC. Ia menambahkan, perlu ada insentif agar pelaku usaha mau menghentikan strategi seperti ini.

Game Virtual hingga Diskon Massal Picu Investigasi Lanjutan

Menanggapi laporan tersebut, Shein menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan otoritas nasional dan Komisi Eropa. Mereka ingin menunjukkan komitmen untuk mematuhi hukum Uni Eropa.

Popularitas aplikasi Shein di Eropa didorong oleh diskon besar, promosi produk gratis, dan elemen game. Salah satu game yang digunakan adalah Puppy Keep. Pengguna harus merawat anjing virtual dan mengumpulkan poin dengan menggulir aplikasi atau melakukan pembelian. Jika pengguna tidak aktif setiap hari, poin yang dikumpulkan bisa hilang.

BEUC menilai strategi serupa digunakan oleh perusahaan lain. Karena itu, mereka mendesak agar Komisi Eropa memperluas penyelidikan terhadap platform e-commerce lain.

Bulan lalu, Komisi Eropa telah mengirimkan peringatan kepada Shein. Peringatan ini terkait dugaan pelanggaran hukum perlindungan konsumen. Jika terbukti, Shein dapat dikenakan sanksi.


Dampaknya di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah melarang Shein dan Temu beroperasi di dalam negeri. Kedua platform ini menjual produk dengan harga sangat murah langsung dari pabrik di Tiongkok. Model bisnis tersebut dinilai mengancam keberlangsungan UMKM lokal.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : cnbcindonesia.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *