Pemerintah Kenya menginstruksikan pabrik pengolahan teh untuk menghentikan kerja sama dengan Rainforest Alliance. Lembaga ini dikenal luas dengan logo katak hijau yang menandai produk bersertifikat berkelanjutan. Keputusan tersebut diambil karena biaya sertifikasi teh berkelanjutan dianggap terlalu membebani petani teh Kenya, terutama yang berskala kecil.
Paul Ronoh, Sekretaris Utama Kementerian Pertanian Kenya, menyatakan bahwa biaya sertifikasi tidak ditanggung konsumen. Sebaliknya, pabrik teh menanggung biaya itu dan membebankannya pada petani. Padahal, menurut Ronoh, beban tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pembeli akhir.
Beban Biaya Tak Seimbang dengan Dampak
Rainforest Alliance adalah organisasi nirlaba global. Mereka fokus pada promosi praktik pertanian dan bisnis berkelanjutan. Meski sertifikasi ini digunakan oleh banyak merek besar seperti Tetley, PG Tips, dan Yorkshire Tea—yang sebagian besar pasokannya dari Kenya—pemerintah menyebut manfaatnya belum sepadan dengan biaya.
Biaya tahunan sertifikasi untuk satu pabrik teh kecil bisa mencapai 3.000 dolar AS. Dana ini biasanya berasal dari petani teh Kenya yang kondisi ekonominya makin sulit. Survei dari Fairtrade Foundation menyebutkan bahwa hanya satu dari lima petani dan pekerja teh di Kenya mampu mencukupi kebutuhan pokok bulanan keluarganya.
Sertifikasi Lokal Jadi Alternatif
Pemerintah Kenya kini mempertimbangkan sistem sertifikasi lokal. Model ini diharapkan tetap menjaga prinsip keberlanjutan, tetapi dengan biaya lebih rendah dan proses yang lebih sederhana.
Pihak Rainforest Alliance menyatakan mereka masih berdialog dengan otoritas Kenya. Tujuannya adalah menemukan solusi bersama secepat mungkin. Mereka juga menegaskan bahwa sertifikat yang sudah ada tetap berlaku hingga tanggal kedaluwarsa.
Ethical Tea Partnership (ETP), lembaga nirlaba lain di sektor teh, turut menyatakan harapannya. Mereka berharap penangguhan ini hanya bersifat sementara. ETP menegaskan pentingnya sertifikasi teh berkelanjutan untuk melindungi pekerja dan petani dalam rantai pasok teh.
Kalimat Penutup:
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com
