Penggemar Nintendo di Amerika Serikat akhirnya bisa bernapas lega. Konsol Nintendo Switch 2 resmi dirilis pada 5 Juni tanpa perubahan harga, meski sempat terancam batal akibat kebijakan tarif impor elektronik yang diumumkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump.
Ketidakpastian sempat menyelimuti perilisan konsol generasi terbaru ini, terutama karena ancaman tarif baru yang bisa meningkatkan harga jual dari $450 menjadi lebih mahal. Namun, berkat jeda 90 hari atas kebijakan tarif tersebut, Nintendo berhasil meluncurkan Switch 2 sesuai jadwal dan harga yang telah dijanjikan sebelumnya.
Strategi Produksi Nintendo Diuji oleh Kebijakan Tarif
Nintendo, yang bermarkas di Jepang, sudah lama melakukan pergeseran produksi konsol ke Vietnam sejak 2019 untuk menghindari tarif impor dari Tiongkok. Namun, kebijakan baru Trump pada April lalu menyasar Jepang dan Vietnam sekaligus, dengan rencana tarif hingga 46% untuk produk dari Vietnam. Hal ini memaksa Nintendo untuk menunda pembukaan pre-order di AS dari 9 April menjadi 24 April.
Meski demikian, Nintendo tetap mempertahankan tanggal rilis global pada 5 Juni. Menariknya, sebagian besar unit Nintendo Switch 2 yang dikirim ke AS—sekitar 746.000 unit—dikirim sebelum masa tarif berlaku. Artinya, produk-produk tersebut tidak terkena beban biaya tambahan.
Aksesori Mengalami Kenaikan Harga
Walau harga konsol utama tidak berubah, beberapa aksesori mengalami penyesuaian harga. Docking station untuk sambungan layar besar naik sekitar $10, sementara tali pengaman pada controller naik $1. Nintendo menyebutkan bahwa perubahan ini sebagai dampak langsung dari tarif impor elektronik yang masih berlaku untuk komponen tertentu.
Para analis memperkirakan bahwa jika tarif tinggi kembali diberlakukan setelah masa jeda 90 hari berakhir, Nintendo bisa saja menaikkan harga konsol menjelang musim liburan. Namun, ada keyakinan bahwa pemerintah AS akan menghindari situasi politik yang merugikan konsumen menjelang akhir tahun.
Di sisi lain, Nintendo juga punya alasan untuk tetap menjaga harga konsol tetap terjangkau. Keuntungan utama mereka justru berasal dari penjualan game dan langganan daring, yang tidak terpengaruh oleh tarif impor.
Meskipun Nintendo berhasil menghindari lonjakan harga pada peluncuran perdana, tantangan ke depan masih membayangi. Kebijakan perdagangan global yang fluktuatif terus menjadi faktor penentu strategi bisnis perusahaan teknologi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com
