TikTok kembali disorot setelah ditemukan penjual yang memasarkan makanan tanpa mencantumkan informasi alergen. BBC melaporkan bahwa beberapa produk di TikTok Shop dijual tanpa keterangan bahan. Padahal, hukum di Inggris mewajibkan pelaku usaha mencantumkan 14 jenis alergen utama.
Setelah temuan itu disampaikan, TikTok menghapus daftar produk bermasalah. Pihak TikTok menyatakan bahwa mereka berkomitmen memberikan pengalaman belanja yang aman dan terpercaya. Namun, saat ini sistem TikTok Shop masih memungkinkan penjualan makanan online tanpa label bahan atau informasi alergen yang memadai.
Konsumen Alergi Terancam
Simon Williams dari Anaphylaxis UK memperingatkan masyarakat agar berhati-hati. “Jika tidak ada informasi bahan atau alergen, jangan beli. Itu bisa membahayakan nyawa Anda,” tegasnya.
Salah satu penjual, Mega Buy UK, menjual camilan bertema Squid Game. Namun, keterangan bahan dan alergen ditulis “tidak berlaku”. Penjual lain, The Nashville Burger, menjual paket burger yang mengandung susu dan gandum. Namun di TikTok Shop hanya tertulis “rempah-rempah” dan “tepung”.
UK Snack Supply juga ditemukan menjual produk seperti lolipop dan keripik. Namun, tidak ada rincian bahan atau alergen. TikTok memang telah menghapus iklan tersebut, tetapi para penjual itu masih aktif. Mereka tetap menjual produk tanpa label yang lengkap.
TikTok Dinilai Lalai
Kate Lancaster, ibu dari dua anak dengan alergi susu, aktif berbagi informasi di TikTok sebagai “The Dairy Free Mum”. Ia menyebut minimnya pengawasan TikTok sangat mengkhawatirkan.
“Tidak memberikan informasi bahan itu sangat berbahaya. Ini seperti mengabaikan keselamatan konsumen alergi,” ujarnya.
Tanya Ednan-Laperouse dari The Natasha Allergy Research Foundation juga angkat bicara. Ia mendesak TikTok bertanggung jawab penuh atas aktivitas penjual di platformnya. Menurutnya, setiap penjual harus mematuhi aturan di Inggris. Mereka juga harus mengikuti Natasha’s Law, yaitu aturan pelabelan bahan makanan secara lengkap.
Dr. James Cooper dari Food Standards Agency (FSA) menyatakan bahwa semua pelaku usaha makanan wajib terdaftar. Mereka juga harus mematuhi hukum dan menjual makanan yang aman. Dalam konteks penjualan makanan online, informasi alergen harus disampaikan dua kali: saat pemesanan dan di kemasan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : bbcnews.com
