Dr Martens, merek sepatu ikonik asal Inggris, mencatat penurunan laba yang sangat tajam. Laba sebelum pajak hingga Maret 2025 hanya sebesar £8,8 juta. Jumlah ini turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai £93 juta.
Penurunan laba Dr Martens disebabkan oleh kondisi pasar Inggris yang masih sulit. Perusahaan yang berbasis di Wollaston, Northamptonshire, juga mengalami penurunan laba operasional. Angkanya turun dari £97,2 juta menjadi £34,1 juta, jika tidak menghitung komponen non-recurring.
Meski menghadapi tekanan, manajemen tetap optimis terhadap strategi pemulihan bisnis yang baru. Mereka memperkirakan laba yang disesuaikan akan meningkat secara signifikan pada tahun keuangan berikutnya. Analis memproyeksikan lonjakan laba hingga kisaran £54 juta hingga £74 juta.
Pasar Inggris Masih Lemah, AS Mulai Bangkit
Penjualan langsung kepada konsumen di wilayah Amerika mulai menunjukkan peningkatan. Tren pertumbuhan ini mulai terlihat pada paruh kedua tahun keuangan dan masih berlanjut. Sebaliknya, pasar Inggris masih tertekan akibat kondisi ekonomi yang belum membaik.
Perusahaan juga mewaspadai dampak dari tarif impor, termasuk dari Amerika Serikat. Namun, mereka menyatakan tidak akan menaikkan harga produk hingga akhir 2025. Kebijakan ini tetap akan dievaluasi sesuai kondisi pasar global.
Fokus Baru dan Optimisme Investor
CEO Dr Martens, Ije Nwokorie, menegaskan fokus utama perusahaan adalah pemulihan stabilitas. Beberapa langkah strategis telah dilakukan. Di antaranya adalah mengembalikan pertumbuhan penjualan di Amerika dan menyusun ulang strategi pemasaran. Fokusnya kini lebih pada kekuatan produk.
Perusahaan juga menghemat biaya dan memperkuat neraca keuangan. Langkah ini mendapat sambutan positif dari investor. Harga saham Dr Martens naik sekitar 24% pada penutupan perdagangan setelah pengumuman strategi baru.
Susannah Streeter dari Hargreaves Lansdown mengatakan, ada optimisme bahwa Dr Martens akan bangkit. Menurutnya, strategi ini bisa membuka jalan bagi pemulihan jangka panjang.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : bbcnews.com
