Riady Foundation meluncurkan program nasional bertajuk STEM Indonesia Cerdas. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat pendidikan STEM Indonesia dan kecakapan kecerdasan buatan (AI). Pelaksanaan dimulai pada kuartal ketiga 2025.
Program ini menargetkan 10 juta pelajar di seluruh Indonesia. Mereka akan dibekali dengan keterampilan dasar AI dan STEM. Pendanaan sebesar Rp500 miliar disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program.
Inisiatif ini melibatkan lima kementerian, yaitu: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi Sainstek, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.
Kolaborasi Inklusif di Tahap Awal
Lebih dari 500 institusi pendidikan akan menjadi perintis. Ini mencakup sekolah negeri, swasta, madrasah, dan pesantren di berbagai wilayah. Fokus utama adalah menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk daerah tertinggal.
Stephanie Riady, Direktur Eksekutif Riady Foundation, menyatakan bahwa program ini dirancang secara menyeluruh. Fasilitas yang disiapkan meliputi modul ajar inklusif, pelatihan guru, platform digital terbuka, serta sistem evaluasi berbasis data.
Kurikulum bersifat modular dan adaptif. Hal ini memudahkan proses replikasi secara nasional.
“Melalui program ini, kami ingin mengubah cara pandang terhadap STEM. Sains tidak harus rumit, teknologi tidak harus mahal, dan matematika tidak harus menakutkan,” ujar Stephanie, Jumat (30/5/2025).
Menurutnya, STEM bisa diajarkan secara menyenangkan, relevan, dan terjangkau. STEM Indonesia Cerdas bukan sekadar program pendidikan, tetapi awal dari gerakan kolaboratif. “Kami sedang membangun jejaring pembelajar nasional. Sains tumbuh dari kolaborasi dan percakapan lintas disiplin,” tambahnya.
Komitmen dana sebesar Rp500 miliar akan difokuskan untuk membangun infrastruktur pembelajaran AI-STEM. Termasuk di dalamnya penguatan kapasitas guru, penyediaan teknologi, serta sistem tata kelola dan evaluasi yang bisa diterapkan di berbagai daerah.
Dengan pendekatan kolaboratif dan dukungan lintas sektor, program ini menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi melek AI. Pendidikan STEM Indonesia kini bergerak menuju masa depan yang lebih inklusif, relevan, dan adaptif.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel
Sumber : bisnis.com






