Sri Widyastuti (52), warga Mriyan, Donotirto, Kretek, Bantul, memilih pensiun dini setelah sepuluh tahun bekerja sebagai analis kesehatan di rumah sakit PT Freeport Indonesia, Timika. Sejak kembali ke kampung halamannya pada Januari 2018, ia memutuskan fokus menekuni budi daya anggrek, hobi lamanya yang kini menjadi sumber penghasilan utama.
“Saya memang suka anggrek sejak lama. Begitu pulang, langsung belajar lagi—ikut pelatihan di Semarang, belajar juga dari YouTube, lalu mulai membangun kebun anggrek sendiri,” ungkapnya.
Langkah awal Sri dimulai dari membuka botol kultur jaringan, dilanjutkan dengan pembuatan greenhouse untuk membesarkan anggrek hasil budidayanya sendiri.
Tantangan dan Keindahan dalam Merawat Anggrek
Menurut Sri, budi daya anggrek membutuhkan ketelatenan, terutama karena tanaman ini rentan terhadap serangan jamur yang menyebabkan busuk batang dan akar. Ia rutin menyemprotkan fungisida setiap minggu untuk menjaga kesehatan tanaman.
Meskipun prosesnya tidak mudah, hasilnya memuaskan. Anggrek yang ditanam bisa mekar hingga tiga bulan. Kini, ia memiliki ribuan tanaman dengan sekitar 10 jenis berbeda. Anggrek jadul menjadi favorit karena mudah berbunga dan tahan terhadap perubahan cuaca.
“Anggrek jadul itu bandel, gampang dirawat, dan cocok untuk pemula. Banyak yang cari jenis ini,” jelas Sri.
Omzet Puluhan Juta Tanpa Utang
Sri menjual anggreknya dengan harga bervariasi. Bibit termurah dibanderol mulai Rp 20 ribu, sedangkan anggrek jenis keki mulai Rp 35 ribu. Untuk kolektor, ada juga anggrek spesial seperti Capung Jawa yang bisa dijual hingga Rp 17 juta per rumpun.
Pemasaran dilakukan secara online dan offline. Ia aktif melalui media sosial dan kanal YouTube “Widy Orchid”, dan menerima pembeli langsung ke rumah yang kini menjadi kebun anggrek. Pengiriman bahkan sudah menjangkau Aceh hingga Raja Ampat.
“Omzet rata-rata sekitar Rp 50 juta per bulan. Itu belum dipotong biaya operasional dan gaji karyawan,” katanya.
Menariknya, seluruh perkembangan usahanya dilakukan tanpa pinjaman. Sri membangun semuanya dari hasil budi daya anggrek, termasuk menjual perlengkapan seperti pot, media tanam, dan pupuk.
Kisah Sri Widyastuti membuktikan bahwa budi daya anggrek bukan hanya bisa menjadi hobi yang menyenangkan, tapi juga peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan ketekunan dan semangat belajar, ia sukses membangun usaha dari nol tanpa bergantung pada pinjaman.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel
Sumber : detik.com






