OnlyFans, platform berlangganan yang dikenal lewat konten dewasa, tengah dalam pembicaraan untuk dijual. Nilai kesepakatan diperkirakan mencapai $8 miliar atau sekitar £5,9 miliar. Perusahaan pemiliknya, Fenix International, sedang berdiskusi dengan konsorsium investor asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Forest Road Company (FRC).
Kevin Mayer, mantan petinggi Disney yang juga pernah memimpin TikTok, termasuk dalam dewan FRC. Saat ini, Fenix juga dikabarkan menjalin pembicaraan dengan calon pembeli lain. Menurut laporan Reuters, opsi penawaran saham perdana (IPO) tidak menjadi pilihan utama.
Pertumbuhan Pesat dan Kontroversi Regulasi
OnlyFans dimiliki oleh Leonid Radvinsky, pengusaha Ukraina-Amerika yang berbasis di Florida. Ia telah meraup hampir $1,3 miliar dalam bentuk dividen sejak 2020. Sebelum membeli OnlyFans pada 2018, Radvinsky dikenal lewat bisnis webcam dewasa.
Platform ini memiliki lebih dari 4 juta akun kreator dan 305 juta akun penggemar. Kreator mendapat 80% dari pendapatan, sedangkan sisanya untuk platform. Tahun lalu, kreator menerima total pembayaran sebesar $6,6 miliar.
Pada tahun keuangan hingga 30 November 2023, OnlyFans mencetak pendapatan $1,3 miliar—naik 20% dari tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak naik 25% menjadi $658 juta. Jumlah akun kreator dan penggemar pun tumbuh hampir 30%.
Meskipun OnlyFans mempromosikan konten beragam seperti komedi dan gaya hidup, platform ini tetap identik dengan pornografi. Karena itu, OnlyFans mewajibkan batas usia minimum 18 tahun.
Pada Maret 2024, regulator komunikasi Inggris, Ofcom, menjatuhkan denda £1 juta kepada Fenix. Alasannya, perusahaan dianggap gagal memberikan informasi akurat mengenai sistem verifikasi usia berbasis teknologi selfie. Ofcom menyebut Fenix sebagai perusahaan besar yang seharusnya memahami tanggung jawab regulasinya.
CEO OnlyFans, Keily Blair, menyebut platform ini sebagai “perusahaan hiburan digital terkemuka dan kisah sukses teknologi asal Inggris”. Namun hingga kini, pihak OnlyFans dan FRC belum memberikan komentar resmi soal potensi penjualan.
OnlyFans pertama kali didirikan oleh Tim Stokely pada 2016, dengan dukungan pinjaman dari ayahnya yang berprofesi sebagai bankir investasi.
Baca artikel lainnya di sini:
Ingin tahu lebih banyak soal bisnis digital dan teknologi? Temukan artikel menarik lainnya di roledu.com/artikel
Sumber : theguardian.com






