Waspadai Deepfake Suara! Penipuan Canggih Targetkan Pejabat Pemerintah AS

penyalahgunaan deepfake suara
Sumber Foto : Freepik

Penyalahgunaan deepfake suara kini menjadi ancaman serius bagi pejabat tinggi Amerika Serikat. Sejak April 2025, FBI mengungkap modus penipuan yang memanfaatkan teknologi pemalsuan suara berbasis AI ini. Pelaku menyasar pejabat pemerintah dengan menyamar menggunakan suara deepfake yang meyakinkan.

Dalam pengumuman resmi pada Kamis (15/5), FBI memperingatkan bahwa penjahat siber mengirim pesan suara dan teks palsu. Pesan ini dibuat dengan teknik smishing dan vishing untuk membangun kepercayaan dan kemudian menyerang target.

“Jangan langsung percaya jika menerima pesan dari pejabat senior AS. Pelaku memanfaatkan penyalahgunaan deepfake suara untuk menyamar dan mengelabui korban,” ujar FBI, dikutip dari Bleeping Computer.

Pelaku biasanya mengirim tautan berbahaya yang menyamar sebagai ajakan berpindah ke aplikasi pesan lain. Tautan tersebut menjadi pintu masuk meretas akun pribadi korban. Dari sini, penjahat dapat mengakses kontak pejabat lain dan melanjutkan penipuan.


Teknologi Deepfake dan Ancaman Siber yang Semakin Nyata

Setelah mendapatkan akses akun, pelaku menggunakan rekayasa sosial dengan suara palsu. Mereka menyamar sebagai pejabat yang akunnya diretas untuk meminta informasi rahasia atau bahkan transfer dana. Ini adalah bentuk nyata dari penyalahgunaan deepfake suara yang merugikan banyak pihak.

FBI juga mengacu pada dokumen tahun 2021 yang memperingatkan penggunaan deepfake dalam operasi siber dan pengaruh asing. Ancaman ini kian nyata dan berbahaya.

Selain FBI, Europol pada 2022 juga mengeluarkan peringatan tentang penggunaan deepfake dalam berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan CEO dan pemalsuan bukti.

Pada April 2024, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengungkap serangan serupa menggunakan kloning suara AI untuk menipu staf IT. Perusahaan keamanan LastPass juga sempat menjadi korban penipuan suara deepfake saat pelaku menyamar sebagai CEO mereka.

Kecanggihan AI memang membawa kemudahan, tetapi juga membuka celah penyalahgunaan. Masyarakat dan profesional diminta waspada terhadap segala bentuk komunikasi yang menggunakan suara atau teks mencurigakan. Jangan mudah percaya sebelum memastikan keaslian pesan.


Simak artikel menarik lainnya seputar keamanan digital dan privasi data di sini:
roledu.com/artikel

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *