Tagihan energi rumah tangga diperkirakan turun sekitar 7% atau £129 mulai Juli. Cornwall Insight, konsultan energi terkemuka, memprediksi tarif energi untuk rumah tangga dual-fuel rata-rata menjadi £1.720 per tahun. Angka ini turun dari batas saat ini sebesar £1.849.
Meski begitu, tarif ini masih 60% lebih tinggi dari sebelum invasi Rusia ke Ukraina yang memicu lonjakan harga energi global. Penurunan tarif ini hanya mengembalikan harga ke level awal tahun.
Dampak Krisis Energi pada Industri dan Rumah Tangga
Harga gas dan listrik di Inggris tetap salah satu yang tertinggi di dunia. Ketergantungan pada gas untuk listrik dan pemanasan rumah menjadi penyebab utama. Akibatnya, hutang energi rumah tangga mencapai rekor tertinggi.
Aktivitas industri pun terpukul. Produksi di sektor industri berat turun sepertiga sejak 2021, mencapai level terendah sejak 1990. Data ONS menunjukkan harga listrik untuk perusahaan naik 90% di puncak krisis pada 2023. Pada akhir 2024, harga masih 75% lebih tinggi dibanding 2021.
Gas untuk pengguna non-domestik naik lebih parah, melonjak 187% pada puncak krisis. Di akhir tahun lalu, harganya masih 120% lebih tinggi dari sebelum krisis.
Sam Richards, CEO Britain Remade, menyebut biaya energi yang sangat tinggi ini telah menghancurkan basis industri Inggris. Ia menekankan pentingnya menurunkan biaya listrik industri agar pekerjaan dan manufaktur bisa bangkit kembali.
Kesulitan Pembayaran dan Proyeksi Tarif Energi
Selain industri, rumah tangga juga sangat kesulitan membayar tagihan energi. Laporan ONS terakhir menunjukkan banyak rumah tangga gagal bayar debit langsung karena saldo rekening yang minim.
Ofgem, regulator energi Inggris, akan mengumumkan plafon tarif baru pada Jumat ini. Tarif ini berlaku dari Juli sampai September untuk sekitar 29 juta rumah tangga. Cornwall Insight memperkirakan penurunan tarif, tapi risiko kenaikan tetap ada karena volatilitas pasar dan ketegangan geopolitik.
Dr. Craig Lowery dari Cornwall Insight mengingatkan, meski harga energi turun, banyak rumah tangga masih terbebani biaya tinggi. Ia juga menekankan pasar energi sangat fluktuatif dan harga bisa naik kembali kapan saja.
Jess Ralston dari Energy and Climate Intelligence Unit menambahkan, penurunan tarif hanya mengimbangi kenaikan sebelumnya. Krisis energi belum selesai. Ia menyarankan penghematan energi, seperti pemasangan pompa panas dan isolasi rumah. Ini dapat mengurangi ketergantungan gas yang rentan terhadap fluktuasi global.
Cornwall Insight juga memproyeksikan tarif energi akan turun lagi pada Oktober dan Januari, namun hal ini sangat bergantung pada cuaca, perang Ukraina, dan aturan penyimpanan gas Uni Eropa.
Baca artikel lainnya di sini:
Temukan informasi menarik dan tips hemat energi di roledu.com/artikel






