Inggris, negara yang selama ini identik dengan Frazzles atau Skips dalam urusan camilan, kini tengah mengalami pergeseran selera. Memasuki musim panas 2025, keripik mewah semakin mendominasi rak supermarket, meja makan, hingga catwalk fashion.
Jay Ledwich, pembeli produk camilan di Waitrose, menyatakan bahwa permintaan terhadap keripik dengan rasa premium dan inovatif meningkat tajam. Salah satu contoh tren ini adalah varian rasa telur goreng dari merek asal Spanyol, Torres, yang kini menjadi eksklusif di gerai Waitrose. Merek ini sebelumnya sukses mencuri perhatian dengan rasa truffle hitam, kaviar, hingga wine berbuih.
Tak hanya terbatas sebagai makanan ringan, keripik kini menjelma sebagai elemen gaya hidup. Balenciaga, misalnya, meluncurkan clutch kulit bertema “salt and vinegar” seharga £1.450 serta gantungan “spicy chili” senilai £625. Brand Anya Hindmarch pun menghidupkan kembali tas berdesain bungkus Walkers, yang kini jadi bagian dari koleksi museum V&A.
Keripik Mewah Masuk Dunia Kuliner dan Sosialita
Di kalangan urban dan komunitas kuliner, keripik naik kelas jadi sajian pesta. Blini tradisional mulai tergantikan oleh Pringles dengan krim asam dan kaviar. Bahkan, hadiah jamuan kini berubah — bukan lagi sebotol prosecco, melainkan kaleng keripik laut Bonilla seharga £26.
Chef kenamaan seperti Alison Roman menyarankan memadukan keripik gaya Kettle dengan ikan teri marinasi, sedangkan Ferran Adrià menyulapnya menjadi tortilla versi cepat dengan mengaduk keripik ke dalam telur kocok.
Restoran seperti Oma dan Agora di Borough Market menyajikan keripik panas buatan sendiri, digoreng dari kentang agria dalam minyak biji lobak, kemudian dibumbui dengan varian dari bawang putih hingga kombu dashi. David Carter, sang pemilik restoran, mengakui keripik sebagai “camilan nakal” yang memenuhi selera asin, pedas, dan renyah.
Di Toklas, restoran di kawasan Strand, London, keripik menggantikan roti dalam sajian mussels escabeche. Kepala koki Chris Shaw menyebut hubungan orang Inggris dengan keripik sebagai “kisah cinta” yang sarat nostalgia — dari bekal makan siang sekolah hingga liburan masa kecil.
Varian Rasa Semakin Liar, Harga Makin Naik
Dengan harga £4,95 untuk 125 gram, keripik Torres memang tergolong mahal. Namun, keingintahuan konsumen terhadap rasa-rasa eksentrik semakin tinggi. Marks & Spencer merilis varian truffle hitam seharga £3,75, sementara Kettle menghadirkan rasa sriracha mayo dan dill pickle jalapeño. Tyrells pun tak kalah inovatif dengan rasa keju Wensleydale dan cranberry serta ayam panggang dan sage.
Toko-toko camilan khusus bahkan menjual merek kecil asal Inggris seperti Taste of Game yang menawarkan keripik dengan rasa daging pegar asap dan jamur liar.
Penulis buku Crunch: An Ode to Crisps, Natalie Whittle, menilai tren ini mencerminkan respons masyarakat terhadap tekanan biaya hidup. “Keripik memiliki kemampuan unik untuk tampil sebagai produk kelas bawah maupun atas di rak supermarket,” ujarnya.
Ia bahkan mengakui, mengajak teman hanya untuk menikmati satu bungkus keripik mewah dan segelas anggur bisa menjadi bentuk kenikmatan tersendiri di rumah. “Melepaskan diri dari kewajiban membuat masakan berat setiap waktu itu menyenangkan,” tambahnya.
Meski begitu, ada pula yang tetap memilih cita rasa klasik. Chris Shaw mengaku menyukai rasa sulfur unik dari keripik telur goreng Torres, namun favoritnya tetap “pickled onion Monster Munch” yang punya sensasi asam dan menggigit.
Baca artikel menarik lainnya di sini: roledu.com/artikel
Sumber : theguardian.com






