Perubahan iklim yang semakin parah memaksa produsen anggur ternama Eropa, Familia Torres, mempertimbangkan untuk meninggalkan tanah leluhurnya di Catalonia dalam 30 tahun ke depan. Presiden perusahaan, Miguel Torres, mengatakan suhu yang makin panas dan kekeringan menyebabkan wilayah tradisional penanaman anggur ini semakin tidak ideal untuk budidaya.
“Kami tidak bisa lagi mengandalkan cuaca. Masa depan adalah irigasi,” kata Miguel Torres, yang berusia 83 tahun. Ia juga ragu berapa lama vinikultur bisa bertahan di Catalonia. “Mungkin hanya 20 atau 30 tahun lagi,” ujarnya.
Perubahan iklim membuat panen berlangsung 10 hari lebih awal dibanding beberapa dekade lalu. Untuk menjaga kualitas anggur, Familia Torres menggunakan teknik yang memperlambat pematangan buah anggur.
Sebagai langkah antisipasi, Torres mulai memindahkan sebagian operasinya ke daerah lebih tinggi dan lebih dingin. Contohnya, Tremp di Pre-Pyrenees Catalonia (950 meter) dan Benabarre di Pyrenees Aragon (1.100 meter). Saat ini, Benabarre masih terlalu dingin untuk menanam anggur.
Perusahaan juga telah memasang sistem irigasi di kebun anggur di Spanyol dan California. Mereka mengembangkan metode hemat air dalam budidaya dan pengolahan. Setiap tahun, mereka menginvestasikan 11% dari keuntungan untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Dampak Ekonomi dan Pasar Ekspor
Musim panas yang sangat panas dan kekeringan parah menjadikan tahun 2023 sebagai masa produksi terburuk dalam sejarah Familia Torres. Hasil panen turun sampai 50% di beberapa wilayah. Meskipun curah hujan meningkat pada musim dingin dan semi tahun ini, ancaman jamur mildew muncul karena kondisi lembap.
Selain itu, biaya irigasi menekan margin keuntungan. Torres juga menghadapi tantangan dari pajak tambahan untuk kemasan kaca dan tarif impor dari Inggris serta AS. Ekspor ke Inggris turun hingga 10%. Oleh karena itu, mereka mempertimbangkan mengirim anggur curah menggunakan tanker dan membotolkannya langsung di Inggris untuk menekan biaya.
“Kami tidak lagi mendapat keuntungan dari ekspor ke Inggris. Tapi merek kami sudah dikenal oleh wisatawan Inggris yang sering ke Spanyol, jadi kami berusaha mempertahankannya,” kata Torres.
Menuju Strategi Berkelanjutan
Menurut Miguel Torres, satu-satunya cara menjaga kelangsungan industri ini adalah dengan menghentikan laju pemanasan global. “Jika ingin panen tetap stabil, kita harus berhenti memanaskan bumi. Pemanasan global membunuh industri ini,” ujarnya.
Familia Torres, yang mulai berbisnis anggur sejak 1870, kini menghadapi tantangan besar. Dengan memindahkan kebun anggur ke ketinggian dan menerapkan teknologi ramah lingkungan, mereka berusaha menjaga kualitas anggur di tengah perubahan iklim.
Ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana bisnis beradaptasi terhadap perubahan iklim dan tantangan global lainnya?
Baca artikel lainnya di sini: https://www.roledu.com/artikel
Sumber : theguardian.com






