Tomoro Coffee memperkuat langkah ekspansi di tahun 2025. Perusahaan menargetkan pembukaan 800 hingga 1.000 gerai baru.
Digital Marketing & Promotion Manager Tomoro Coffee, Shintya Rahman, menyatakan bahwa target ini sejalan dengan rencana awal perusahaan. Strategi ini juga ditujukan untuk memperluas jaringan nasional secara signifikan.
Meski ekspansi besar sedang direncanakan, evaluasi tetap dilakukan secara berkala. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan strategi dengan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.
Fokus ekspansi Tomoro Coffee tahun ini berada di dalam negeri. Ekspansi internasional baru akan dilakukan tahun depan. Kawasan Asia Tenggara menjadi target utama pengembangan pasar global.
Hingga saat ini, Tomoro Coffee telah memiliki lebih dari 654 gerai. Jaringan ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Bali. Di luar negeri, merek ini telah hadir di Filipina, Singapura, dan Shanghai.
Shintya menyebut prospek industri kopi tetap menjanjikan. Konsumsi kopi masih stabil, terutama di kalangan muda dan masyarakat urban. Segmen ini menjadi fokus utama Tomoro Coffee.
Namun, perusahaan tetap mencermati sejumlah tantangan. Di antaranya adalah perubahan daya beli, kondisi ekonomi global, dan peningkatan biaya operasional. Persaingan industri kopi juga makin ketat.
Dalam menghadapi situasi ini, Tomoro Coffee fokus pada inovasi produk dan efisiensi. Ekspansi dilakukan secara terukur untuk menjangkau pasar-pasar potensial.
Perusahaan juga berupaya memperkuat citra merek di tengah pasar yang kompetitif. Strategi ini diharapkan bisa memperkuat posisi Tomoro Coffee secara berkelanjutan.
“Dengan menghadirkan kopi berkualitas yang mudah diakses dan terjangkau, kami yakin bisa terus bertumbuh,” ujar Shintya.
Baca juga artikel menarik lainnya di sini
Sumber : kontan.co.id






