Teguk Tutup Ratusan Gerai: Strategi Baru di Tengah Krisis Finansial

Teguk
Sumber Foto : Freepik

Industri minuman manis masih memiliki peluang, namun tantangan ekonomi saat ini menekan banyak pelaku usaha. Salah satunya adalah Teguk, merek minuman lokal yang dikenal dengan teh boba harga terjangkau. Diluncurkan pada 2018, Teguk sempat berkembang pesat dan bahkan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Namun, sejak akhir 2023, Teguk menghadapi tekanan finansial yang berat. PT Platinum Wahab Nusantara, perusahaan induk Teguk, menyebutkan bahwa penurunan daya beli konsumen dan lonjakan biaya operasional menjadi penyebab utama krisis ini. Perusahaan pun melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk penutupan ratusan gerai.

Hingga akhir 2024, Teguk hanya menyisakan 35 gerai dari total 145 yang pernah beroperasi. Rinciannya adalah 26 gerai, 8 island, dan 1 gerai internasional di New York. Gerai-gerai yang tutup sebagian besar berada di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

Tantangan Ekonomi dan Rencana Pemulihan Teguk

Manajemen mengakui bahwa pasar kelas menengah ke bawah—yang menjadi target utama Teguk—mengalami penurunan konsumsi. Meningkatnya harga kebutuhan pokok membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang, termasuk untuk minuman kekinian.

Dalam laporan paparan publik per 30 Desember 2024, Teguk mencatat penurunan biaya operasional hingga 68,9% dan pemangkasan karyawan dari 628 menjadi hanya 88 orang. Kondisi ini menunjukkan dampak besar dari krisis yang dialami.

Sejumlah analis menyebut ekspansi agresif yang dilakukan Teguk menjadi beban tersendiri bagi sistem keuangan mereka. Ketika pasar melemah, beban tersebut sulit ditanggung. Bahkan, muncul kekhawatiran bahwa kepercayaan pemegang saham bisa terganggu bila manajemen tidak menyampaikan strategi pemulihan secara konkret.

Meski demikian, proses penutupan gerai dinilai dilakukan secara bijak. Teguk juga belum memberikan kepastian soal laporan keuangan terbaru atau arah jangka panjang bisnisnya.

Namun, harapan masih ada. Tahun 2025, Teguk berencana mengoptimalkan gerai dan island yang masih aktif. Lokasi strategis seperti hotel, sekolah, area transportasi umum, dan restoran menjadi target utama. Selain itu, Teguk juga melirik peluang ekspansi luar negeri lewat konsep franchise, hawker, hingga kedai es krim keliling di Australia dan Amerika. Jawa Tengah dan Jawa Timur juga menjadi area baru yang akan dijajaki.


Baca artikel lainnya seputar strategi bisnis dan digital marketing di sini: roledu.com/artikel

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *