Prediksi Resesi AS Turun, Goldman Sachs Optimistis pada Prospek Ekonomi 2025

Prediksi resesi AS
Sumber Foto : Freepik

Prediksi resesi AS untuk tahun 2025 kembali direvisi oleh Goldman Sachs. Lembaga keuangan asal Amerika ini memangkas kemungkinan terjadinya resesi menjadi 35%, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 45%. Langkah ini menjadikan Goldman Sachs sebagai institusi besar pertama yang mengambil sikap lebih optimis terhadap prospek ekonomi AS pasca-kesepakatan tarif antara AS dan China.

Pada Senin, 12 Mei 2025, Amerika Serikat dan China menyepakati pengurangan tarif impor selama 90 hari. AS menurunkan tarif atas produk dari China menjadi 30% dari sebelumnya 145%. Sebaliknya, China mengurangi bea masuk barang asal AS menjadi 10% dari 125%. Kesepakatan ini meningkatkan harapan akan meredanya ketegangan dalam perang dagang global yang selama ini membayangi perekonomian.

Perubahan Tarif dan Dampaknya terhadap Kebijakan Moneter

Perubahan arah kebijakan ini memicu sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk 2025 sebesar 0,5 poin persentase menjadi 1%. Hal ini menjadi sinyal bahwa ekonomi AS dinilai lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sebagai konsekuensinya, Goldman memproyeksikan akan ada tiga kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) hingga pertengahan 2026. Pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Desember 2025, bukan lagi Juli seperti prediksi sebelumnya. Dua pemangkasan lainnya diproyeksikan berlangsung pada Maret dan Juni tahun depan. Prediksi ini mencerminkan pergeseran alasan pemangkasan suku bunga, dari upaya perlindungan menjadi langkah normalisasi kebijakan seiring penguatan ekonomi.

Dalam penilaiannya, Goldman menyebut bahwa tingkat pengangguran yang cenderung stabil dan pertumbuhan ekonomi yang masih positif mengurangi urgensi dukungan kebijakan moneter yang agresif.

Tak hanya itu, Goldman Sachs juga menaikkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500 menjadi 6.100, dari proyeksi sebelumnya di level 5.900. Pada 12 Mei 2025, indeks ini ditutup di angka 5.844,19. Proyeksi ini menunjukkan bahwa ekspektasi pasar turut membaik seiring turunnya ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Citigroup juga menyesuaikan proyeksi mereka terkait kebijakan suku bunga. Lembaga ini memundurkan perkiraan pemangkasan suku bunga The Fed dari Juni menjadi Juli 2025, menunjukkan pendekatan yang sedikit lebih hati-hati terhadap perubahan suku bunga.


Baca Artikel Lainnya

Tertarik mengikuti perkembangan ekonomi dan strategi bisnis digital terbaru?
Baca artikel menarik lainnya di sini

Sumber : liputan6.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *