OpenAI tetap nirlaba meski terus berupaya menarik pendanaan besar guna bersaing dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut. Keputusan ini diumumkan pada Senin (11/5), sebagai hasil dari konsultasi dengan tokoh masyarakat serta kantor Jaksa Agung di California dan Delaware.
Langkah ini menjadi tanggapan terhadap gelombang kritik publik dan gugatan hukum yang diarahkan pada OpenAI, termasuk dari Elon Musk, yang menuduh perusahaan tersebut telah menyimpang dari tujuan awalnya: menciptakan AI yang bermanfaat bagi umat manusia.
OpenAI menyampaikan bahwa kendali atas struktur perusahaan akan tetap berada di tangan organisasi nirlaba. Namun, mereka akan menyesuaikan struktur entitas for-profit mereka untuk memfasilitasi perolehan modal yang lebih besar. Dalam pernyataan blog resminya, perusahaan juga menyebutkan akan bekerja sama dengan mitra strategis seperti Microsoft, regulator, dan komisaris nirlaba baru guna memfinalisasi rencana tersebut.
Keseimbangan Antara Nirlaba dan Investasi Besar
Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, OpenAI sempat mengungkap niatnya untuk mengubah struktur menjadi public benefit corporation (PBC). Langkah ini disebutkan sebagai strategi untuk menghilangkan batasan permodalan dan memungkinkan perusahaan memperoleh investasi dalam skala yang lebih besar.
Namun, rencana tersebut menuai kekhawatiran publik mengenai keadilan alokasi aset antara entitas nirlaba dan for-profit. Isu lainnya berkaitan dengan bagaimana OpenAI akan menjaga keseimbangan antara pencapaian keuntungan dan kontribusi sosial.
Dalam struktur barunya, entitas nirlaba akan tetap memegang kendali atas PBC serta menjadi pemegang saham mayoritas. Ketua dewan OpenAI, Bret Taylor, menyebut struktur baru ini sangat mirip dengan yang berlaku saat ini. Sementara itu, CEO Sam Altman menyebut keputusan ini sebagai kompromi yang memungkinkan investor tetap tertarik memberikan pendanaan dalam skala yang diperlukan.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya biaya pengembangan artificial general intelligence (AGI), yakni bentuk AI yang melampaui kecerdasan manusia. Pada Maret lalu, OpenAI dikabarkan berencana mengumpulkan dana hingga 40 miliar dolar AS dari investor, termasuk SoftBank, dengan valuasi perusahaan mencapai 300 miliar dolar AS. Namun, penggalangan dana ini sempat dikaitkan dengan syarat bahwa OpenAI harus beralih ke status for-profit sebelum akhir tahun.
Beberapa analis menganggap struktur nirlaba yang dipertahankan bisa menjadi hambatan dalam menarik investor besar. Menurut Gil Luria, analis dari D.A. Davidson, struktur nirlaba dapat membatasi kemampuan OpenAI untuk memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor komersial.
Ketegangan dalam struktur kepemimpinan OpenAI sebelumnya pernah memuncak pada November 2023. Saat itu, dewan nirlaba memecat Altman karena hilangnya kepercayaan dan komunikasi yang buruk. Namun, Altman kembali ke posisi CEO lima hari kemudian berkat dukungan besar dari karyawan dan investor.
Baca Artikel Lainnya di Sini:
Temukan lebih banyak wawasan seputar dunia teknologi dan etika digital di sini: roledu.com/artikel
Sumber : cnn.com






