Ketua Umum Himpunan Pengusaha Prasarana Ritel Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan bahwa sektor ritel masih membutuhkan stimulus untuk menggerakkan ekonomi, terutama menjelang kuartal II/2025. Ia menilai bantuan langsung tunai (BLT) dalam bentuk voucher belanja dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini dianggap penting mengingat sektor ritel baru-baru ini kehilangan momentum penjualan saat Hari Raya Idulfitri 1446 H, yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada kuartal I/2025, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,87% secara tahunan (yoy), sebuah angka yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu, yang tercatat di angka 5,11%.
Permintaan Stimulus Voucher Belanja untuk Masyarakat Menengah ke Bawah
Budihardjo menyarankan agar pemerintah membuka keran anggaran yang lebih besar, termasuk melalui pemberian BLT dalam bentuk voucher belanja. Ia menjelaskan bahwa pemberian voucher belanja kepada masyarakat, terutama yang berpendapatan rendah, dapat merangsang konsumsi domestik. “Harapan kami, stimulus ini bisa diberikan langsung kepada masyarakat, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat menggerakkan sektor ritel dan membantu memulihkan daya beli masyarakat.
Perkiraan Pertumbuhan Industri Ritel dan Fokus pada Sektor Perawatan Pribadi
Budihardjo juga memprediksi bahwa pertumbuhan industri ritel pada tahun 2025 akan bervariasi, tergantung pada segmen pasar masing-masing. Salah satu sektor yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan adalah produk perawatan pribadi, yang diproyeksikan tumbuh sekitar 10% tahun ini. Meskipun demikian, tantangan ekonomi tetap ada, terutama dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang melambat di kuartal-kuartal mendatang.
Pemerintah Akan Mengkaji Usulan Stimulus Voucher Belanja
Menanggapi permintaan dari pengusaha ritel, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu mengkaji usulan pemberian voucher belanja. “Kami akan menampung aspirasi ini dan membahasnya lebih lanjut di internal pemerintah,” ujar Maman. Pemerintah berjanji akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan langkah yang tepat untuk mendukung perekonomian.
Baca artikel lainnya di Roledu.com
Sumber : bisnis.com






