Pemerintah akan menggelar pertemuan dengan pimpinan bank-bank besar pada hari Selasa untuk membahas peran mereka dalam mendukung strategi pertumbuhan ekonomi. Fokus utamanya adalah mempermudah akses kredit UKM, menyusul kekhawatiran bahwa usaha kecil kesulitan memperoleh pembiayaan penting untuk pengembangan usaha.
Eksekutif senior dari bank besar seperti HSBC, NatWest, dan Lloyds dijadwalkan hadir. Mereka diminta menjelaskan komitmen terhadap peningkatan pinjaman, menyusul kritik dari berbagai kelompok bisnis soal terbatasnya akses kredit pascapandemi.
Pertemuan ini digelar menjelang penutupan kajian resmi pemerintah mengenai pinjaman untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Pemerintah tengah mempertimbangkan kebijakan baru yang dapat mewajibkan bank memberikan kemudahan akses terhadap pinjaman murah.w
Tekanan terhadap Bank, Solusi Alternatif Dipertimbangkan
Menteri Keuangan Rachel Reeves menyuarakan keprihatinannya bahwa pembatasan yang diterapkan bank justru menghambat potensi pertumbuhan UKM. Pebisnis kecil mengeluhkan syarat pinjaman yang makin ketat, termasuk permintaan jaminan pribadi serta keputusan pinjaman yang kini terpusat dan tak lagi melibatkan manajer cabang lokal.
Laporan Kementerian Bisnis dan Perdagangan mengungkap bahwa tingkat keberhasilan pengajuan pinjaman UKM di Inggris saat ini berada di bawah 50%. Angka ini turun drastis dari 67% pada 2018, sebelum pandemi melanda.
Banyak pelaku UKM akhirnya beralih ke lembaga pembiayaan non-bank yang berisiko tinggi, karena merasa bank tak bersedia memberikan dukungan. Pemerintah menyatakan ingin menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif, terutama bagi UKM yang ingin tumbuh, ekspor, dan memasuki pasar baru.
Industri perbankan menilai risiko pinjaman untuk UKM masih tinggi. Mereka mendesak pemerintah untuk memperluas skema penjaminan pinjaman. Saat ini, British Business Bank menanggung 70% dari nilai pinjaman kepada UKM tertentu. Namun, kelompok lobi UK Finance menyatakan dana penjaminan itu perlu ditingkatkan agar bank dapat memperluas cakupan pinjaman.
Gareth Thomas, Menteri UKM yang akan memimpin pertemuan, menyatakan kekesalannya atas semakin jauhnya hubungan UKM dengan bank lokal. Ia mendukung kehadiran lembaga keuangan koperasi (mutual lenders) seperti di Jerman yang terbukti efektif mendukung pembiayaan usaha kecil.
Peraturan dan Praktik Perbankan Dianggap Hambat Inovasi
Tahun lalu, sebuah komite lintas partai di parlemen menyatakan bahwa regulasi keuangan dan praktik perbankan yang tidak adil telah merugikan UKM. Mereka menyebut kondisi ini mengancam inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Komite Keuangan mengungkap banyak perusahaan kecil tengah berjuang melewati tantangan berat, termasuk krisis energi dan inflasi tinggi. Salah satu masalah yang disorot adalah praktik “debanking”, yakni penutupan rekening secara sepihak. Pada 2023 saja, sebanyak 140.000 rekening UKM ditutup tanpa penjelasan memadai dari bank.
Pemerintah kini tengah menyiapkan langkah agar akses kredit UKM tidak hanya menjadi slogan, tetapi betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha.
Baca artikel lainnya seputar strategi UKM dan digital marketing di sini: roledu.com
Sumber : theguardian.com






