Aksi Nyata dari Dalam: Seruan Profesional Penerbangan untuk Selamatkan Iklim

Reformasi Industri
Sumber Foto : Freepik

Sekelompok profesional penerbangan meluncurkan inisiatif baru dengan pesan tegas: industri penerbangan gagal total dalam menangani dampak perubahan iklim. Melalui gerakan Call Aviation to Action, mereka menyerukan perubahan besar, termasuk pengendalian jumlah penerbangan dan perombakan sistem bisnis yang kini bergantung pada pertumbuhan terus-menerus.

Karel Bockstael, salah satu pendiri gerakan ini dan mantan VP Sustainability di KLM, menegaskan pentingnya transformasi. “Kami mencintai dunia penerbangan, tapi kami tahu industri ini harus berbenah agar tetap memberikan kontribusi positif bagi dunia,” katanya.

Kelompok ini menyoroti kenyataan bahwa emisi penerbangan masih meningkat secara absolut, meski ada target netral karbon pada 2050. Mereka menilai ICAO—badan penerbangan PBB—gagal mengemban tanggung jawabnya. Satu-satunya kebijakan besar ICAO, yakni skema Corsia, dianggap tidak ambisius karena hanya mengandalkan offset karbon dan belum mewajibkan maskapai membeli kredit emisi.

Tuntutan Akan Tindakan Nyata dan Adil

Menurut kelompok ini, jika tidak ada langkah konkret, emisi penerbangan bisa mencapai seperempat dari total emisi global pada 2050. Mereka juga menekankan bahwa permintaan penerbangan harus dikelola secara adil, bukan hanya dengan mengandalkan teknologi. Pembatasan penerbangan, pajak karbon, dan harga tiket yang mencerminkan biaya lingkungan harus dipertimbangkan.

“Pengurangan emisi tak bisa hanya berharap pada teknologi,” ujar Bockstael. “Perlu ada target pemotongan emisi absolut dan strategi yang sejalan dengan anggaran karbon global.”

Tom Reynolds, seorang pilot dan anggota kelompok Safe Landing, mengatakan bahwa para profesional penerbangan memahami risiko dan bertanggung jawab untuk bertindak. “Kita tidak bisa lagi diam. Kita bisa menciptakan era baru penerbangan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai tambahan, Finlay Asher, insinyur kedirgantaraan yang juga tergabung dalam Safe Landing, menyatakan bahwa krisis ini bisa menjadi pemicu inovasi besar. “Ini peluang emas bagi kita untuk menciptakan desain pesawat baru, energi nol karbon, dan infrastruktur yang lebih hijau,” ujarnya.

Kritik terhadap ICAO dan Tantangan Masa Depan

ICAO merespons bahwa mereka tetap berkomitmen pada pengembangan standar teknis untuk mendukung target nol emisi, namun tidak berkomentar terhadap kritik yang diarahkan. Sementara itu, laporan Climate Action Tracker menyebut rencana iklim industri penerbangan sebagai “sangat tidak memadai”.

Fakta lain menunjukkan bahwa 1% populasi dunia menyumbang 50% emisi penerbangan, dan penerbangan tetap menjadi moda transportasi paling boros karbon per mil. Proyeksi ICAO juga memperkirakan jumlah penumpang akan berlipat dua pada 2042—suatu tantangan besar bagi upaya pengurangan emisi.

Kelompok Call Aviation to Action percaya bahwa banyak profesional di industri ini sebenarnya peduli, namun masih enggan bersuara. Mereka berharap inisiatif ini memicu gelombang baru keberanian dan kolaborasi untuk menyelamatkan masa depan penerbangan.


Baca juga artikel menarik lainnya seputar tren industri dan digital marketing di: roledu.com

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *