Co-op Inggris Hentikan Impor dari Negara Bermasalah, Termasuk Israel

kebijakan etis Co-op
Sumber Foto : Freepik

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap prinsip perdagangan yang etis, jaringan ritel makanan asal Inggris, Co-op Group, mengumumkan penghentian pasokan produk dan bahan baku dari 17 negara yang dinilai memiliki catatan pelanggaran HAM serius dan melanggar hukum internasional. Salah satu negara yang masuk dalam daftar tersebut adalah Israel.

Langkah ini membuat Co-op, yang memiliki lebih dari 2.300 gerai makanan di seluruh Inggris dan dimiliki oleh anggotanya sendiri, menghentikan penjualan wortel dari Israel mulai bulan ini. Kebijakan ini merupakan bagian dari keputusan perusahaan untuk tidak lagi menjual produk buatan Israel secara menyeluruh.

Respons Terhadap Krisis Global dan Seruan Konsumen

Kebijakan etis Co-op ini dilandasi oleh hasil evaluasi dewan terhadap peran perusahaan dalam mendukung perdamaian global. Negara-negara lain yang turut masuk daftar larangan termasuk Rusia, Afghanistan, Iran, Belarus, Libya, Suriah, dan Mali. Contohnya, Co-op juga tidak lagi menjual vodka asal Rusia maupun mangga dari Mali.

Ketua Dewan Co-op Group, Debbie White, menyatakan bahwa keputusan ini selaras dengan aspirasi para anggota. “Kami mendengar suara anggota kami dan menindaklanjutinya dengan kebijakan nyata,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Co-op memiliki sejarah panjang dalam mendukung Fairtrade dan sumber etis, sehingga langkah ini merupakan kelanjutan logis dari prinsip yang telah lama dipegang perusahaan.

Langkah Co-op tersebut mendapat sorotan di tengah meningkatnya kritik global terhadap dampak konflik di Gaza, menyusul serangan Hamas terhadap wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 dan respons militer Israel yang menimbulkan korban sipil.

Perbedaan Sikap Antar Ritel Inggris

Berbeda dengan Co-op, sejumlah peritel besar Inggris lainnya, termasuk Tesco, masih menjual produk asal Israel selama sesuai dengan panduan pemerintah Inggris. Namun, Tesco memastikan tidak mengambil produk dari permukiman Israel yang berada di wilayah Palestina yang diduduki.

Sementara itu, perusahaan lain seperti Ben & Jerry’s bahkan menyebut bahwa konflik di Gaza sebagai bentuk genosida, memperuncing konflik internal dengan induk perusahaan mereka, Unilever.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *